Headline

Beda Kawin Kontrak dan Nikah Siri

Redaktur: Juni Armanto
Beda Kawin Kontrak dan Nikah Siri - Headline

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Prof. Dra. Nina Nurmila, PhD

Kawin kontrak kembali menjadi perbincangan publik. Ini setelah terbongkarnya kasus kawin kontrak di Kalimantan Barat. Mengapa kasus ini senantiasa terulang? Benarkah kawin kontrak bagian dari ajaran Islam? Berikut petikan wawancara INDOPOS dengan Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Prof. Dra. Nina Nurmila, PhD.

Bagaimana pandangan Islam terhadap kawin kontrak?

Kawin kontrak adalah perkawinan yang disebutkan masa atau durasi waktu perkawinan tersebut. Misal 3 hari, atau 3 bulan, atau 3 tahun.

Dalam fiqh (pemahaman terhadap ajaran Islam), kawin kontrak mungkin hampir sama dengan apa yang dikenal dengan nikah mut`ah (nikah untuk bersenang-senang). Hukum nikah mut`ah dibolehkan oleh sebagian ulama Syi`ah dengan alasan di antaranya QS  An-Nisa' ayat 24:

فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً

Maka isteri-isteri yang telah kamu campuri di antara mereka, berikanlah kepada mereka biaya kontrak, sebagai suatu kewajiban. (“Ujrah” yang umumnya diartikan sebagai mahar ini oleh kalangan yang membolehkan nikah mut’ah diartikan sebagai biaya kontrak).

Di Iran sendiri, penganut mayoritas Syi`ah, nikah mut`ah hanya sebatas dibolehkan secara teori, dalam praktiknya, sangat jarang ulama melakukannya.

Berbeda dengan kelompok Syi`ah, semua ulama 4 mazhab Sunni mengharamkan nikah mut`ah dan menyatakannya secagai perkawinan yang fasad (rusak/tidak sah). Kholifah Umar RA bahkan mengancam menghukum siapa pun melakukan mut`ah.

Sebagai catatan, di seluruh dunia, kelompok Syia`h hanyalah minoritas penganut ajaran Islam.

Apa saja mudarat kawin kontrak?

Banyak sekali madhorot (kerugian, Red) kawin kontrak untuk perempuan. Di antaranya, pertama, menimbulkan kerusakan pada organ reproduksi dengan tingginya kemungkinan terjangkit penyakit menular seksual. Kerusakan alat reproduksi perempuan tak tergantikan karena tidak bisa ditransplantasi. Kedua, jika menimbulkan kehamilan, maka perempuan harus menanggung biaya pengasuhan anak sampai dewasa. Dan ini sangat malah jauh lebih mahal, misal dari pembayaran Rp 2,5 juta untuk 1-2 kawin kontrak.

Apa faktor yang melatarbelakangi terjadinya kawin kontrak?

Dari pihak perempuan dan keluarganya adalah (1) kemiskinan dan ketidakterdidikan, memaksa mereka “menyetujui” hal yang sebetulnya secara jangka panjang sangat berbahaya dan merugikan; dari pihak laki-laki (2) keinginan menyalurkan hasrat seksual secara murah, namun dianggap “halal” karena ada akad nikah, walau semua ulama Sunni mengharamkan kawin kontrak ini; (3) kurang tegasnya regulasi/kebijakan tentang sangsi terhadap pelanggar Undang-Undang Perkawinan (UUP) No. 1/1974 bahwa perkawinan itu harus sesuai dengan agama dan harus dicatatkan.

Bagaimana mencegah praktik kawin kontrak?

Pencegahan di antaranya bisa dilaksanakan melalui edukasi kepada para perempuan dan keluarganya tentang bahaya nikah kontrak; penyediaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat  dan pendidikan gratis atau penyuluhan kesehatan reproduksi di wilayah yang rentan dilakukan nikah kontrak seperti di Cianjur dan Puncak.

Apa beda kawin kontrak dengan kawin siri? Bagaimana pandangan imam mazhab?

Perbedaan kawin kontrak dengan kawin siri adalah dalam kawin kontrak disebutkan masa berlakunya perkawinan, sementara dalam kawin siri tidak disebutkan durasi/masa berlakunya perkawinan. Kesamaan keduanya: sama-sama melanggar UUP tentang tidak dicatatkannya perkawinan oleh petugas Negara. Nikah siri itu sendiri dalam hukum Islam diharamkan karena Rasul menyarankan agar mengumumkan perkawinan walau walimahnya hanya dengan memasak satu paha kambing, untuk menekankan pentingnya diumumkannya sebuah perkawinan.

Apa sesungguhnya tujuan pernikahan dalam agama Islam?

Untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang menenangkan jiwa, penuh cinta dan kasih sayang seperti dinyatakan dalam QS Ar Rum ayat 21.

Apa tujuan hukum Islam?

Untuk menciptakan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Apa yang harus dilakukan pemerintah dan negara agar praktik kawin kontrak tidak terjadi lagi?

Pertama, edukasi kepada masyarakat yang miskin dan tidak terdidik tentang pentingnya pencatatan perkawinan (untuk perlindungan hak perempuan dan anak yang terlibat dalam perkawinan). Kedua, edukasi tentang bahaya kawin kontrak bagi kesehatan reproduksi perempuan dan pemenuhan hak perempuan dan anak pasca kontrak perkawinan berakhir. Ketiga, penyediaan sanksi bagi pelaku kawin kontrak.

Apa yang dilakukan Komnas Perempuan agar kawin kontrak yang sangat merugikan perempuan tidak terjadi lagi?

Memberikan masukan pada hasil penelitian mengenai kawin kontrak yang telah dilakukan Kemenag.

Kami juga melakukan edukasi tentang kekerasan terhadap perempuan, yang di dalamnya termasuk agar perempuan menghindarkan diri dari menikah siri dan kontrak. (art)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Warning, Perlu Sosialisasi Bahaya Kawin Kontrak

Headline / Apa, Korban Kawin Kontrak Hamil Duluan?

Nusantara / Korban Kawin Kontrak di Tiongkok Sering Disiksa

Megapolitan / Pemkab Lebak Larang Kawin Kontrak

Headline / Anak Bisa Alami 2-3 Kali Kawin Kontrak


Baca Juga !.