Megapolitan

Orang Tua Rela Datang Pukul 04.00 WIB demi Nomor Antrean PPDB

Redaktur: Syaripudin
Orang Tua Rela Datang Pukul 04.00 WIB demi Nomor Antrean PPDB - Megapolitan

LEBIH RUMIT - Para orang tua calon siswa mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 3 Bekasi selatan. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Penerimaan siswa baru atau PPDB 2019 tingkat SMA dan SMK negeri di Kota Bekasi tahun ini berjalan tidak semestinya. Pasalnya, terjadi antrean saat orang tua calon siswa melakukan pendaftaran di sekolah negeri yang hendak dituju.

”Kita mau daftar harus rela datang pagi-pagi sekali ke sekolah. Saya datang agak telat. Saat datang para orang tua yang mau mendaftarkan anaknya juga sudah ramai,” kata Maryani, 39, salah satu orangtua yang mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 3 Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (17/6/2019).

Maryani mengaku, sudah datang ke sekolah pukul 06.30 WIB. Saat itu, antrean sudah panjang. Sebab, masih ada orangtua siswa yang datang ke sekolah sejak pukul 04.00 WIB. ”Yang datang subuh dapat nomor pertama. Tahu begitu saya datang subuh. Meski pendaftaran dibuka pukul 08.00," jelasnya.

Sementara itu, koordinator LSM Sapulidi Imam Kobul mengatakan sistim yang digunakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk PPDB 2019 tingkat SMA/SMK negeri tidak bisa dibilang online sepenuhnya. Pasalnya, terjadi antrean panjang proses pendaftaran calon siswa baru di setiap sekolah.

”Setelah orangtua mendaftar di sekolah, baru operator memasukan datanya dalam sistem online. Berarti tidak online sepenuhnya,” terang koordinator LSM yang peduli pendidikan ini. Imam juga mengaku, yang menyebabkan antrean itu petugas pendaftaran sekolah harus menggunakan sistim radius tempat tinggal atau sistem zonasi.

Jadi untuk melakukan pengecekan jangkauan domisili calon siswa yang harus sesuai KTP elektronik dengan alamat sekolah membutuhkan waktu yang cukup lama. ”Ada juga orang tua calon siswa yang datang memilih pulang lagi, karena syarat-syarat yang dibawa tidak lengkap ," jelasnya juga.

Selain itu, kata dia lagi, penerapan PPDB di SMA dan SMK negeri menyulitkan orang tua calon siswa melakukan pengecekan real time. Setelah mendaftar, nantinya para orang tua siswa akan kembali datang untuk melihat jadwal pengumuman.

”Jadi konsep PPDB 2019 tingkat SMA dan SMK negeri tidak online seperti PPDB tingkat SMP negeri di Kota Bekasi, yang menggunakan sistem real time. Jadi kita tahu posisi calon siswa diterima atau tidak. Kalau sekarang, hanya pihak terkait saja yang tahu lulus atau tidak calon siswa," cetusnya.

Perlu diketahui jumlah SMA negeri di Kota Bekasi sebanyak 22 sekolah. Sedangkan untuk jumlah SMK negeri tercatat sebanyak 15 sekolah. Total ada 37 sekolah tingkat atas yang membuka PPDB untuk tahun ini.

Menanggapi itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat III Bekasi Herry Pancasila mengakui terjadi antrean pada pendaftaran hari pertama di sejumlah sekolah SMA dan SMK negeri. Penyebabnya, isu yang menyebutkan pendaftaran sekaligus pengumuman. ”Padahal, masih ada waktu pendaftaran sampai 22 Juni," terangnya saat dihubungi INDOPOS.

Dia juga mengatakan, adanya pendaftaran offline calon siswa ke sekolah untuk mengantisipasi masalah lama. Seperti terjadi pada 2018 lalu, banyak orangtua siswa mengubah sekolah tujuan meski sudah mendaftar di satu sekolah. ”Makanya kita pakai surat materai juga. Selanjutnya operator memasukan nama calon siswa yang mendaftar di sekolah ke sistim online," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.