Megapolitan

492 Tahun, Baru Tujuh Persen Mikrolet Terintegrasi dengan Transjakarta

Redaktur: Novita Amelilawaty
492 Tahun, Baru Tujuh Persen Mikrolet Terintegrasi dengan Transjakarta - Megapolitan

Ilustrasi mikrolet di Jakarta. Foto DOK ANTARA

indopos.co.id - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyebutkan memasuki umur DKI Jakarta yang ke 492 tahun ini ternyata baru tujuh persen dari total mikrolet yang sudah terintegrasi dengan Transjakarta.

"Dari total 12 ribu unit, baru sebanyak 800 mikrolet yang teritegrasi, kalau kita berbicara upaya menekan kemacetan, tentu angka ini cukup kecil," kata Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan di Jakarta, Selasa (18/6/2019). 

Integrasi yang baik antar angkutan darat, kata dia, menjadi syarat penting guna menarik minat masyarakat agar mau beralih menggunakan transportasi umum.

Transportasi yang ada di DKI Jakarta ini sebenarnya sudah cukup lengkap, mulai dari mikrolet, busway Transjakarta, kereta rel listrik (KRL), sampai moda raya terpadu (MRT).

Bahkan tak lama lagi kereta api ringan atau "light rail transit" (LRT) juga akan ikut bergabung dalam jajaran moda transportasi publik DKI.

Sayangnya, lanjut Shafruhan, integrasi dari setiap jenis transportasi publik yang telah tersedia itu masih belum optimal.

Idealnya, mikrolet dirotasi jalur trayeknya menjadi angkutan pengumpul yang masuk ke lingkungan pemukiman warga, dengan tujuan akhir di koridor-koridor Transjakarta.

"Transjakarta juga terhubung dengan MRT dan KRL. Jadi kalau dari depan rumah sudah tersedia transportasi publik yang terintegrasi, maka ini akan menarik minat warga untuk beralih," ujarnya. (ant)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / MRT Diperkirakan Mampu Mengurangi 5600 Kendaraan Pribadi

Megapolitan / Transjakarta Layani Rute Kawasan Residential di Kuningan

Megapolitan / Wow, Sekarang di Commuter Bisa Internet Gratis

Megapolitan / LRT Diuji Coba, Pemerintah Imbau Perbaikan Depo dan Persinyalan

Viral / MRT Fase 1 Kurangi Emisi 85.680 Ton CO2


Baca Juga !.