Megapolitan

Toko Emas Diminta Perketat Keamanan

Redaktur: Syaripudin
Toko Emas Diminta Perketat Keamanan - Megapolitan

TINJAU - Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif mendatangi Toko Emas Permata yang dirampok akhir pekan lalu. Foto: Tumpak M Tampubolon/INDOPOS

indopos.co.id - Polresta Tangerang mengimbau seluruh pemilik toko emas di wilayahnya memasang teralis besi di tempat usahanya. Tindakan itu guna mengantisipasi perampokan. Bahkan, koordinasi dengan kepolisian setempat wajib dilakukan pemilik toko emas tersebut.

Permintaan itu dikatakan Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif saat mendatangi Toko Emas Permata, Jalan Raya Serang, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang yang dirampok akhir pekan lalu, yang tengah tengah memasang teralis besi. ”Pemasangan teralis perlu dilakukan,” terangnya.

Dia juga mengatakan, selain teralis juga perlu kamera closed circuit television (CCTV) untuk mengindentifikasi aksi kejahatan. ”Teralis besi dapat menyulitkan atau memperlambat pelaku kejahatan beraksi. Teralis juga dapat melindungi pegawai toko emas. Nah CCTV dapat merekam wajah dan ciri-ciri pelaku sehingga memudahkan polisi memburu pelaku,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (17/6/2019).

Menurutnya juga, untuk mempersempit ruang gerak pelaku perampokan toko emas pemilik toko harus jeli melihat keamanan lingkungan. Mengingat, barang yang diperjualbelikan di dalam toko merupakan barang bernilai jual tinggi dan mudah digasak para pelaku kejahatan.

”Jika akses pelaku terhalang teralis, maka akan membuat mereka berpikir ulang untuk beraksi. Memang harus jeli melihat dan membaca situasi keamanan sebuah pertokoan yang menjual barang berharga,” ujar Sabilul juga.

Tak sampai di sana, Sabilul menjelaskan, dalam teori aksi perampokan para pelaku akan melakukan pengecekan dan penggambaran lokasi terlebih dahulu. Salah satu pengamatan utama para pelaku kejahatan itu adalah penggambaran keamanan toko.

Artinya, jika sasaran para pelaku tak memiliki keamanan ganda maka akan sangat mudah melaksanakan perampokan. ”Yang mempergunakan CCTV saja masih berani mereka satroni, bagaimanan yang tidak ada! Tentu faktor keamanan yang mereka tinjau dahulu sebelum beraksi. Kalau pelaku menganggap sasarannya memiliki keamanan yang cukup bagis, pasti mereka mengurungkan niat," paparnya.

Selain itu juga, Sabilul menekankan, pemilik toko emas juga harus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memonitoring kemanan usaha perdagangan tersebut. Sebab melalui penjagaan itu akan semakin mempersempit aksi perampokan oleh pelaku kejahatan.

Atau pun pemilik toko emas disarankan menyediakan petugas keamanan berupa satpam. ”Bila perlu ada dua satpam yang berjaga. Kalau kemananan diperketat pasti membuat pelaku kejahatan tak mau beraksi. Pelaku juga akan menjaga keselamatan nyawa mereka,” cetusnya.

Di tempat yang sama, Manager Toko Emas Permata, Suci menuturkan pihaknya memang tidak menyediakan jasa pengamaan berupa satpam untuk menjaga tokonya tersebut. Alasannya, karena kegiatan jual beli emas itu hanya dilakukan pagi sampai sore.

Kata dia, pengamanan yang diberikan hanya berupa kamera CCTV pada bagian dalam dan luar toko saja.
”Kami hanya punya CCTV saja, soalnya daerah sini sangat aman. Kalau pakai teralis besi akan mempersulit pelanggan masuk ke dalam toko,” terangnya.

Namun begitu, Suci menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengam kepolisian untuk meminta petugas patrol di dekat tokonya tersebut. Dia pun berharap para pelaku perampokan yang menggasak 6 kilogram emas senilai Rp 1,6 miliar itu segera tertangkap. ”Meski ada perampokan, konsumen terus berdatangan untuk bertransaksi,” terangnya. (cok)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.