Lomba Kritis Sastra Puisi Esai Karya Denny JA, Hadiah Puluhan Juta Menanti

indopos.co.id – Asosiasi Guru Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia (AGBSI) menginisiasi lomba kritik sastra puisi esai. Hal ini dilakukan karena melihat pro dan kontra kelahiran puisi esai lima tahun terakhir ini.

Di tambah lagi semakin banyaknya penulis senior mengangkat isu sosial melaui puisi esai, serta semakin populernya puisi esai ke tingkat negara ASEAN. Lomba ini dilakukan untuk meningkatkan gairah pemahaman sastra para guru dan mengajak masyarakat memahami isu sosial melalui sastra.

Lomba ini terbuka bagi semua guru bahasa dan guru sastra di semua tingkatan, baik SLTA maupun SLTP. Buku yang dikritik sengaja dipilih karya pelopor puisi esai itu sendiri, yakni Denny JA. Selama ini Denny JA dikenal sebagai konsultan politik yang acap mendapat penghargaan dunia.

Ternyata Denny JA juga seorang inovator dan penulis puisi esai yang produktif. Ada empat karya sastra Denny JA menjadi topik lomba untuk dikritik. Pertama, Atas Nama Cinta. Kedua, Kutunggu Kau di Setiap Kamisan. Ketiga, Jiwa yang Berzikir. Dan terakhir, Roti untuk Hati.

Karya Denny JA sudah dibahas oleh pakar manca negara. Kritikus beberapa negara pernah secara khusus mendiskusikannya dalam seminar di Malaysia. Seminar atas karya Denny JA di Malaysia itu sudah pula diterbitkan menjadi buku. Bahkan, beberapa karya puisi esai Denny JA telah pula difilmkan untuk film pendek pendidikan oleh sutradara Hanung Brahmantyo.

Untuk diketahui, lomba ini berhadiah total Rp 57 juta. Adapun pendaftarannya akan ditutup pada 20 Juni 2019.

“Saya menyambut baik lomba ini. Saatnya puisi esai juga menjadi kajian kritik sastra. Sejak lima tahun terkahir, sudah terbit hampir seratus buku puisi esai yang ditulis oleh ratusan penulis dari Aceh, hingga Papua, bahkan mancanegara,” ujar Denny JA, dalam keterangannya, Selasa (18/6/2019). (mdo)

Komentar telah ditutup.