Internasional

Pria Penyebar Video Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Dipenjara

Redaktur: Heryanto
Pria Penyebar Video Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Dipenjara - Internasional

Hakim Stephen O'Driscoll mangatakan Philip Arps telah melakukan kejahatan rasial.

indopos.co.id - Seorang pengusaha di Christchurch yang membagikan video penyerangan di sebuah Masjid di Selandia Baru dihukum hingga 21 bulan penjara, Selasa (18/6/2019).

Philip Arps telah mengaku bersalah atas dua tuduhan mendistribusikan video, yang disiarkan langsung di facebook oleh seorang pria bersenjata, 15 Maret di dua masjid di mana 51 orang tewas.

Pengadilan Distrik Christchurch Hakim Stephen O'Driscoll mengatakan, ketika ditanyai tentang video tersebut, Arps menggambarkannya sebagai luar biasa dan tidak menunjukkan empati kepada para korban.

Hakim mengatakan Arps memiliki pandangan yang kuat dan tidak memiliki empati pada komunitas Muslim dan pada dasarnya telah melakukan kejahatan rasial. Hakim mengatakan Arps membandingkan dirinya dengan Rudolf Hess, seorang pemimpin Nazi di bawah Adolf Hitler.

“Pelanggaran anda yaitu memuji dan mendorong pembunuhan massal yang dilakukan dengan dalih kebencian agama dan rasial,” kata hakim.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah membantu memimpin perjanjian global bernama Christchurch Call, yang bertujuan mendorong upaya menjaga platform internet agar tidak digunakan untuk menyebarkan kebencian, mengorganisasi kelompok-kelompok ekstremis, dan menyiarkan serangan.

Selandia Baru juga telah memperketat undang-undang senjatanya dan melarang beberapa jenis senjata semi otomatis tertentu sejak serangan itu.

O'Driscoll mengatakan Arps telah mengirim video tersebut pada 30 rekananya. Hakim mengatakan Arps juga meminta seseorang untuk membuat bidik silang dan memasukkan hitungan pembunuhan untuk membuat meme di internet, meskipun tidak ada bukti dia telah membagikan meme tersebut.

Di bawah undang-undang Selandia Baru yang bertujuan mencegah distribusi materi yang tidak menyenangkan, Arps menghadapi hukuman 14 tahun penjara pada setiap tuduhan. Hakim mengatakan Arps berpendapat dia punya hak untuk mendistribusikan video itu atas naman kebebasan untuk mengejar keyakinan politiknya.

Pengacara Arps Anselm Williams mengatakan kepada hakim bahwa Arps tidak boleh dikirim ke penjara. “Ini adalah pendapat saya bahwa pengadilan ini harus sangat berhati-hati untuk menghukum Tuan Arps berdasarkan apa yang sebenarnya telah dia lakukan, dan apa yang dia akui dilakukan, bukan atas dasar pandangan yang dia pegang,” kata Williams.

Setelah sidang, Williams mengatakan Arps telah mengajukan banding terhadap hukumannya di pengadilan tinggi, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Selandia Baru Kesulitan Temukan Tersangka Lain

Internasional / Rasakan Luka yang Sama

Internasional / Selandia Baru Akan Memperketat Hukum Persenjataan

Nasional / Kemendagri Kecam Aksi Penembakan di Selandia Baru

Internasional / Kebakaran Terburuk 50 Tahun Terakhir, Selandia Baru Dalam Situasi Darurat


Baca Juga !.