Internasional

Kepala Eksekutif Hong Kong Meminta Maaf Secara Langsung pada Pengunjuk Rasa

Redaktur: Heryanto
Kepala Eksekutif Hong Kong Meminta Maaf Secara Langsung pada Pengunjuk Rasa - Internasional

Kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam akan meminta maaf pada pengunjuk rasa.

indopos.co.id - Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam diperkirakan akan meminta maaf pada para pemrotes secara langsung. Seperti dilansir media setempat, sehari setelah dia mengatakan secara pribadi bahwa undang-undang ekstradisi yang memicu demonstrasi massa secara efektif telah mati.

Carrie Lam diperkirakan akan mengadakan konferensi pers Selasa (18/6/2019) sore, South China Morning Post mengatakan, setelah para pemrotes menolak pernyataan singkat Lam setelah pawai bersejarah pada hari Minggu karena tidak sesuai dan terlalu umum.

Namun, tidak jelas apakah dia akan menawarkan konsesi publik lebih lanjut terkait RUU ekstradisi pada jantung krisis. Dia telah menangguhkan upaya untuk pengesahan RUU tersebut melalui legislatif kota, tetapi pengaunjuk rasa dan tokoh oposisi khawatir hal itu bisa membuat pemerintah bebas untuk kembali membuat undang-undang di masa depan.

Dalam pertemuan pribadi dengan sekitar 20 pendidik pada Senin (17/6/2019), Lam mengklaim keputusannya untuk menunda RUU pada hari Sabtu yang berarti penarikan total, menurut laporan situs berita RTHK.

Teddy Tang, ketua Asosiasi Kepala Sekolah Menengah, mengutip Lam yang mengatakan pada rapat tertutup bahwa pemerintahnya tidak akan mencoba mengesahkan undang-undang itu lagi. “Tetapi tidak jelas apakah dia akan membuat komitmen serupa di depan umum,” kata Tang.

Pengumuman Lam pada Sabtu lalu bahwa ia akan menangguhkan RUU itu, beberapa hari setelah ia berjanji untuk melewati badan legislatif, merupakan penurunan memalukan bagi Beijing dan perempuan yang terpilih untuk memerintah Hong Kong itu.

Tetapi itu tidak memuaskan banyak orang di Hong Kong yang khawatir bahwa undang-undang tersebut akan secara fatal merusak ekonomi dan masyarakat, dengan membiarkan penduduk dan pengunjung dikirim ke pengadilan di Tiongkok yang dikendalikan oleh Partai Komunis yang suram.

Para pemrotes datang dalam jumlah yang memecahkan rekor pada hari Minggu dan berbaris melalui pusat kota. Penyelenggara mengungkapkan bahwa jumlah pemrotes mencapai hampir 2 juta orang.

Kerumunan meminta Lam untuk mencabut hukum tersebut, meminta maaf atas kekerasan polisi, menghentikan kekerasan terhadap aktivis dan akhirnya mengundurkan diri.

Hanya ada beberapa ratus orang yang menunggu tanggapan pemerintah pada awal minggu, tetapi tidak ada keraguan bahwa kemarahan publik masih tinggi. Baik Lam dan Beijing akan mempertimbangkan konsesi lebih lanjut terhadap risiko ketegangan yang semakin meningkat.

Surat kabar yang dikendalikan Beijing, Ta Kung Pao mengatakan pada Selasa pagi bahwa Lam akan mengadakan konferensi pers untuk meminta maaf lagi dan secara resmi mengumumkan pencabutan hukum, tetapi beberapa jam kemudian menarik artikel tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Tang mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan para guru, Lam juga meminta maaf atas gejolak selama beberapa pekan terakhir. Tetapi tampaknya ia tidak siap menerima panggilan untuk pengunduran dirinya. “Lam mengatakan ia ingin melanjutkan pemerintahannya,” kata Tang. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Unjuk Rasa di Hongkong Berujung Bentrokan

Internasional / Polisi Tahan Pelaku Penyerbuan Gedung Parlemen di Hong Kong

Internasional / Tiongkok Berupaya Tidak Bicarakan Hong Kong Saat Pertemuan G20

Internasional / Ribuan Orang Hong Kong Protes Hukum Ekstradisi


Baca Juga !.