Ekonomi

Banderol Saham Perdana Rp 525 Per Lembar

Redaktur: Ali Rahman
Banderol Saham Perdana Rp 525 Per Lembar - Ekonomi

Foto : Ilustrasi

indopos.co.id - PT Hensel Davest Indonesia akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) maskimal 381.170 juta lembar. Itu setara 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Calon emiten baru itu bergerak di bidang distribusi produk digital, perdagangan online (e-commerce), dan teknologi.

Pada ajang itu, perusahaan membanderol harga IPO di kisaran Rp 396-525 per lembar. Dengan patokan harga itu, perusahaan berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 150-214 miliar.

”Kalau sukses, perusahaan akan menjadi fintech pertama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tutur Direktur Utama PT Hensel Davest Indonesia Hendra David di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Hendra menjelaskan sekitar 65 persen dana IPO untuk akuisisi marchant berupa UMKM (warung) dan individu, pembelian persediaan barang dagang, uang muka persedian barang dagang, dan pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan. Sementara sekitar 10 persen untuk meningkatkan teknologi komunikasi informasi, dan pengembangan SDM. Sisanya sekitar 25 persen untuk pembelian bangunan operasional perusahaan.

Hendra menyebut perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi di era digital menjadi tantangan sekaligus potensi pasar menjanjikan untuk perusahaan berbasis teknologi (e-commerce) di Indonesia. ”Apalagi, Indonesia memasuki era revolusi industri 4.0,” imbuh Hendra.

Berdasar data, perekonomian digital Indonesia akan tumbuh dari USD 7,8 miliar pada 2015 menjadi USD 78,8 miliar pada 2025 mendatang. Dan, pertumbuhan terbesar sektor e-commerce dan teknologi finansial. ”Pertumbuhan itu akan menjadikan lndonesia sebagai negara dengan perekonomian digital terbesar ASEAN,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Hensel Davest Daniar Akhmad Akhiri menyebutkan, per 12 Juni 2019 perolehan pendapatan perseroan mencapai Rp 4,1 triliun dengan laba bersih senilai Rp 8,3 miliar.

Dalam IPO itu, bertindak sebagai penjamin emisi yaitu PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Perseroan merencanakan periode bookbuilding pada 17-24 Juni 2019 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2019. (mdo)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.