Nasional

Tujuan GMPPD Ganti Ketum, Bukan KLB

Redaktur: Riznal Faisal
Tujuan GMPPD Ganti Ketum, Bukan KLB - Nasional

indopos.co.id - Usulan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) layu sebelum berkembang. Namun, buka tujuan utama bagi Gerakan Moral Penyelamatan PD (GMPPD) dalam melayangkan desakan tersebut. Melainkan mengganti posisi ketua umum yang saat ini dijabat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Karena siapapun tidak akan menginginkan KLB. Banyak orang tidak paham persoalan politik secara utuh dan hanya memikirkan kepentingaan sesaat," ujar Max Sopacua, politisi senior PD yang juga salah satu penggagas GMPPD kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Dia menegaskan, faktor penyebab dicanangkannya GMMPD, yaitu penurunan suara PD sejak Pemilu 2009. Pada Pemilu 2009, PD mendapatkan 14.600.091 suara atau 20,85 persen. Sementara pada 2014, PD meraih 12.728.913 suara atau 10,9 persen. Pada Pemilu 2019, PD hanya memperoleh 0.876.507 suara atau 7,77 persen.

"PD bisa dikatakan terpuruk dan ini harus diatasi bersama. Perlu ada evaluasi, karena lima tahun lagi masih ada Pemilu," imbuh Max.

Anggota Majelis Tinggi PD itu beralasan, para senior PD menginginkan konstituen tidak semakin meninggalkan partai. "Anda bisa bayangkan kalau ketika Pemilu 2019 itu, konstituen PD banyak yang lari atau memilih partai lain," ucap Max.

Inisiator GMPPD lainnya, Ahmad Mubarok mengatakan, politisi-politisi senior merasa prihatin atas kondisi PD. PD sepatutnya mengadakan pertemuan berupa rapat kerja nasional maupun rapat pimpinan nasional.

Mubarok yang juga anggota Dewan Pembina PD menyatakan, KLB tak tertutup kemungkinan dilaksanakan sepanjang sesuai AD/ART. Figur Komandan Komando Satuan Tugas Bersama PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) layak menjadi Ketum menggantikan SBY.

Terpisah, pengamat politik Adi Prayitno menilai, AHY sudah waktunya menggantikan sang ayah sebagai ketua umum. "AHY ini sudah saatnya naik kelas, tapi bukan melalui KLB. Kalau enggak sekarang, ya dia tidak akan meningkat skill politiknya," katanya kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Dia menilai, KLB PD yang akhir-akhir ini diwacanakan merupakan waktu yang tepat untuk AHY naik jadi ketua umum. "Seandainya terlaksana, KLB ini tidak bagus juga bagi AHY untuk menjadi penerus estafet SBY di PD," sebutnya.

Selain itu, ia menilai, KLB merupakan tindakan yang tepat yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan partai. "KLB ini kan image-nya seram, misalnya dilakukan oleh Partai Golkar waktu ketua umum mereka Setya Novanto terjerat kasus korupsi," jelasnya.

"Sedangkan bagi PD tidak terlalu signifikan alasan untuk KLB karena hanya dimunculkan sebagai kekecewaan sejumlah kader mereka terhadap penurunan prestasi di Pemilu 2019 dibandingkan tahun 2014," tutupnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Demokrat Pulau Seribu Tegas Tolak KLB

Megapolitan / Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Lawan Pembunuhan Karakter

Politik / Sangat Bergantung dari Ajakan Jokowi


Baca Juga !.