Megapolitan

Pencuri Spesialis Mesin ATM Diciduk

Redaktur: Darul Fatah
Pencuri Spesialis Mesin ATM Diciduk - Megapolitan

Foto : Ilustrasi

indopos.co.id - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap DS, 28, A, 28, dan J,25. Ketiganya merupakan kelompok pencuri uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) asal Lampung dengan cara merusak mesin ATM.

Sebanyak sembilan mesin ATM yang berhasil dirusak kelompok ini dan berhasil mencuri uang hingga puluhan juta rupiah. "Pada Juni ini, kami dapat laporan ada perusakan mesin ATM di beberapa tempat di Jakarta. Perusakan dan uangnya berkurang, ada sekitar sembilan tempat kejadian perkara di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Perampokan modus rusak mesin ATM itu diketahui sudah terjadi sejak awal Januari 2019 hingga Juni 2019 di sekitar wilayah DKI Jakarta dan menyasar mesin-mesin ATM yang sepi. "Setelah kami selidiki, kami komunikasi dengan perbankan, kami bisa dapat tersangka inisial A dan J, dia asli Lampung. Kemudian kami kembangkan ke DS. DS ini sudah punya keluarga dan tinggal di Tangerang. Dia dari Lampung juga. Jadi dia datang ke Jakarta melakukan kegiatan perusakan ATM dan mengambil uang," ucap Yuwono.

A dan J ditangkap polisi pada Senin (17/6/2019) di rumahnya kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Sedangkan DS ditangkap di rumahnya kawasan Cikupa, Tangerang. A dan J ternyata satu kampung dengan DS dan DS, yang mengajak A dan J untuk ke Jakarta bekerja membobol mesin ATM.

Ketiga tersangka ini memiliki peran berbeda-beda. J berperan mengendarai mobil yang disewa untuk berputar-putar mencari mesin ATM yang sepi. DS dan A berperan sebagai eksekutor merusak mesin ATM dan mencuri uang di dalam mesin ATM itu. Para tersangka, disebut Yuwono, belajar secara otodidak dalam merusak mesin ATM tersebut.

"Modusnya dia pakai kartu ATM dimasukkan ke mesin ATM dan mengetik nomor PIN seperti biasa. Kalau ATM mengeluarkan uang Rp 50.000, dia ambil uang Rp 1.250.000. Kalau ATM isinya Rp 100.000, dia ambil Rp 2,5 juta," beber Argo.

 Dari hasil perusakan sembilan mesin ATM itu, para pelaku berhasil mencuri uang hingga sekitar Rp20 juta rupiah. Meski kerap berhasil dalam aksinya, komplotan ini terekam kamera CCTV yang ada di sekitar mesin ATM dan memudahkan polisi menangkap komplotan itu. "Jadi tersangka ini selalu pakai topi saat beraksi, di dalam mesin ATM," kata Argo. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Begini Cara Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia Sembunyikan Sabu

Megapolitan / Kasus Penganiayaan di Pantai Ancol, Polisi Gelar Rekonstruksi

Megapolitan / Ditolak Berhubungan Badan, Suami Tega Bacok Istri

Megapolitan / Komnas PA Ingatkan Orangtua Tak Kasih Perhiasan Mewah ke Anak

Megapolitan / Jatuh di Pelukan Korban Penjambretan, Bayi Tak Terluka


Baca Juga !.