Megapolitan

Sistem Lebih Praktis, Pengawasan Lebih Ketat

Redaktur:
Sistem Lebih Praktis, Pengawasan Lebih Ketat - Megapolitan

LEBIH BAIK-Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih, memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah usai rapat koordinasi dengan KPK. Foto///yasril chaniago/indopos

indopos.co.id - Sementara itu, Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi menjelaskan, pelaksanaan PPDB tahun ini jauh lebih praktis dan berkualitas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pihaknya pun menyambut baik adanya supervisi dan pendampingan yang dilakukan  KPK dalam pelaksanaan PPDB 2019.

Jadi, dalam prosesnya tidak ada penyalahgunaan ketentuan dan wewenang. Apalagi, kata Engkos juga, sebelumnya para kepala SMA dan SMK negeri sudah menandatangani pakta integritas untuk tidak melakukan penyelewengan.

Engkos juga menjelaskan, untuk penerimaan calon siswa jenjang SMK negeri tidak menggunakan jalur zonasi dan lebih sederhana, karena menggunakan nilai UN. Selain itu, calon peserta didik jgua dapat memilih dua bidang keahlian atau kompetensi di SMK negeri. Engkos juga memaparkan, alur pendaftaran PPDB Online Banten 2019 ini mengalami beberapa perubahan dari tahun sebelumnya.

Yakni, jika tahun sebelumnya PPDB online terpusat di satu titik, yaitu Diskominfo Banten tapi sekarang tersebar di masing masing sekolah dan proses pendaftarannya calon peserta didik harus datang dahulu ke sekolah untuk melakukan verifikasi akun dan mencetak bukti akun yang berisikan nomor peserta dan token.

Nantinya, token itu dapat digunakan oleh calon peserta didik melakukan aktivasi akun dan juga login untuk memilih sekolah pada jadwalnya nanti. Sedangkan untuk jenjang SMA menggunakan jalur zonasi yaitu, jarak antara domisili calon peserta didik dengan sekolah yang akan dituju.

Kendati demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi bisa mendaftar ke sekolah yang dituju lintas kota dan kabupaten di Provinsi Banten dengan kuota 5 persen. Termasuk kuota siswa perpindahan orangtua yang dibuktikan dengan KK (kartu keluarga) dan surat perpindahan orangtua selambat- lambatnya enam bulan sebelum pendaftaran PPDB.

”Diakui dan tidak masih ada presepsi di masyarakat, sekolah unggulan dan favorit. Namun dengan sistem zonasi ini, nantinya siswa akan menyebar ke sekoah yang belum unggulan dan favorit itu,” terang Engkos.

Menurut Engkos juga, tujuan dari penerapan sistem zonasi ini menjadikan sekolah yang belum favorit menjadi sekolah unggulan dan favorit yang berbasis lingkungan.”Tujuan sistem zonasi ini adalah menjadikan sekolah yang belum favorit menjadi sekolah favorit berbasis lingkungan,” tegasnya. (yas)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.