Megapolitan

Bantah Ada Pungli, Tegaskan Biaya Pendidikan Gratis

Redaktur:
Bantah Ada Pungli, Tegaskan Biaya Pendidikan Gratis - Megapolitan

SEKOLAH RINTISAN-Kepala SMKN 6 Tangsel M Akrom berpose di depan plang nama sekolah yang masih menumpang di SDN Jelupang. Foto///yasril chaniago/indopos

indopos.co.id - Banyaknya minat calon siswa masuk ke sekolah negeri dengan biaya pendidikan gratis yang ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berakses negatif. Salah satunya, dugaan permainan uang yang dihembuskan oknum atau pihak tertentu untuk mendiskreditkan sekolah negeri tertentu.

Itu dialami oleh SMK Negeri 6 Tangerang Selatan (Tangsel) saat proses PPDB 2019 ini. Sekolah yang dipimpin M. Akrom, M.Pd, itu diterpa isu tak sedap oleh salah satu media online lokal. Diduga ada pihak yang mengaku-ngaku dari sekolah itu berniat mencari keuntungan pribadi.

Yakni, memungut biaya hingga Rp 5 juta kepada orang tua siswa dengan menggunakan jalan pintas bila ingin masuk ke sekolah vokasi tersebut. Selain itu juga ada isu penjualan formulir pendaftaran sekolah atau PPDB yang dijual Rp 3000 ribu kepada orang tua calon siswa.

Plt. Kepala SMK Negeri 6 Tangsel, M Akrom membantah keras tudingan pungli saat PPDB 2019 yang tengah berlangsung tersebut. Bahkan, Akrom memastikan sekolahnya tidak ada pungutan maupun jual-beli bangku. ”Saya klarifikasi, tidak ada jual beli bangku sekolah. Semuanya berjalan normal” terangnya kepada INDOPOS, Rabu (19/6/2019).

Dia juga memastikan, tidak ada penjualan formulir PPDB, karena formulir tidak digandakan tapi bisa langsung diunduh oleh calon siswa di www.pppdb.smkn6-tangsel.sch.id dan itu gratis. ”Bagaimana mungkin kami menjual formulir, kalau formulir bisa langsung diunduh bebas di internet?,” terangnya juga.

Lalu, Akrom juga memaparkan kalau SMK Negeri 6 Tangsel merupakan sekolah menengah kejuruan rintisan baru di Kota Tangsel. ”Sekolah kami baru dibentuk pada tahun 2015 lalu. Saat ini, sekolah kami masih menumpang di SDN Jelupang 2. Sekolah kami belum punya lahan dan gedung sendiri,” terangnya lagi.

Jadi, menurutnya juga, tidak masuk akal kalau ada orang tua siswa sampai mau membayar hingga Rp 5 juta untuk memasukkan anaknya ke SMKN 6 Tangsel. Apalagi, kata Akrom juga, pendaftar sekolahnya dengan daya tampung siswa jumlahnya nyaris sama. Jadi sangat mustahil ada pungutan liar (pungli).

”Daya tampung sekolah kami sekitar 200 orang dan pendaftar juga jumlahnya nyaris sama. Antara yang diterima dan yang mendaftar hampir sama. Jadi saya merasa heran kalau ada tudingan pungli hingga jutaan. Saya juga menegaskan, tidak ada guru kami yang berinisial Y yang dibatkan di kepanitiaan ppdb. Jadi sekali lagi saya membantah keras ada pungli yang dilakukan oleh guru kami. Saya klarifikasi sekali lagi, guru dan panitia tetap berkomitmen menjaga integritas dan melaksanakan tahapan ppdb sesuai dengan pergub dan juknis.” cetusnya.

Untuk diketahui, SMKN 6 Tangsel berdiri pada 2015 lalu, yang dibentuk guna memenuhi kekurangan SMK negeri di Kota Tangsel yang memang jadi salah satu kota pemekaran baru di Provinsi Banten. Karena jadi sekolah rintisan baru, SMKN 6 Tangsel belum memiliki gedung sendiri untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Untuk sementara ini, SMKN 6 Tangsel menumpang di SDN Jelupang 2 yang berlokasi di Jalan Griya Asri BSD No.7, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel.

Sekolah vokasi yang berdiri dengan SK pendirian Nomor : 800/1740.1-Dispend/2015  itu membuka tiga jurusan keahlian, yakni, rekayasa perangkat lunak, teknik komputer dan jaringan serta  teknik produksi dan penyiaran program pertelevisian atau broadcasting. Hingga kini, total siswa SMK negeri rintisan itu berjumlah 692 untuk kelas 1 hingga kelas 3. Meski sekolah baru, tapi guru-guru SMKN 6 Tangsel dapat dikatagorikan berkualitas.

Dengan pengelolaan dan menerapkan metode pembelajaran yang baik, sekolah baru ini ingin menjadi SMK unggulan dibidang IT (informasi teknologi) di Tangerang Selatan, dengan tekad mencetak lulusan yang berkarakter, cerdas dan berakhlak mulia. Tekad kami bukan hanya unggul di Kota Tangsel tapi juga di Provinsi Banten. ”Saya ingin membawa sekolah vokasi ini berprestasi dan menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi, sehingga bisa diterima oleh dunia industri,” cetusnya juga. (yas)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.