Megapolitan

Pedagang Hewan di Jatinegara Ngotot Tak Mau Direlokasi

Redaktur:
Pedagang Hewan di Jatinegara Ngotot Tak Mau Direlokasi - Megapolitan

SEMRAWUT - Penataan kawasan Jatinegara, Jakarta Timur tak kunjung rampung. Pedagang hewan yang berjualan di kawasan tersebut menolak untuk direlokasi. Foto: Dok/INDOPOS

indopos.co.id - Khawatir sepi pembeli, para pedagang di Pasar Hewan Jatinegara, ngotot tak mau direlokasi. Para pedagang hewan pun kompak menyampaikan penolakan atas rencana penggusuran.

Adapun penolakan tersebut disampaikan sejumlah pedagang hewan yang berjejer di sepanjang trotoar, mulai dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ria Busana hingga tikungan menuju Stasiun Kereta Api (KA) Jatinegara.

Para pedagang mengaku pesimistis atas langkah penataan Pasar Hewan Jatinegara yang hendak dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perasaan tersebut disebabkan sejumlah hal mulai dari prediksi sepinya pembeli di lahan relokasi yang bertempat di Lapangan Jenderal Urip Sumihardjo milik Kodam Jaya hingga kecemburuan antar pedagang lantaran pedagang Pasar Hewan Jatinegara lama masih menempati kios lama di Jalan Kemuning Raya.

”Kalau mau dipindah ya seharusnya dipindah semua, tapi nyatanya enggak semua dipindah. Pedagang yang punya kios di pasar lama tetep jualan. Ya kita cemburu dong, soalnya kan pasar Hewan ya terkenalnya di spot sini,” ucap seorang pedagang hamster di yang membuka kios depan SMP 14 Jatinegara pada Kamis (20/6/2019) siang.

Selain dikhawatirkan sepi pembeli, relokasi pedagang ikan yang diketahui telah berjalan katanya berbeda dengan relokasi pedagang hewan unggas ataupun mamalia yang ada saat ini. Sebab, pedagang ikan katanya hanya berjualan pada pagi hari. Sedangkan pedagang hewan unggas seperti burung atau mamalia berjualan sepanjang hari.

Sehingga menurutnya langkah relokasi pedagang tidak dapat disamakan. Karena dipastikannya seluruh pedagang akan merugi apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur seluruh lapak pedagang hewan ke depannya.

”Jadi memang nggak sama. Kalau pedagang ikan kan cuma berapa jam doang, subuh jualan, sekitar jam tujuh pagi udah habis. Nah kalau kita ini jualan sepanjang hari, sore baru tutup. Jadi pasti amsyong kalo benar dipindah,” tegasnya.

Terpisah, Camat Jatinegara Asril Rizal menegaskan, relokasi tetap akan dilakukan. Sebab, relokasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar yang kini dikuasai pedagang hewan liar maupun Pedagang Kaki Lima (PKL).

”Untuk pedagang ikan sudah dipindah mulai Selasa kemarin. Dipindahkan ke Lapangan Jenderal Urip Sumihardjo dekat situ juga. Sebab kita mau tata biar lebih tertib. Untuk pedagang lain dari hasil rapat tingkat Kota mereka harus pindah ke lokasi itu juga. Saat ini kita masih dilakukan sosialisasi dan pendekatan bagi pedagang,” ujarnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / YLBHI Nilai Penerbitan IMB Pulau D Tak Perhatikan Banyak Aspek

Megapolitan / Rusunawa Pasar Rumput Sedikit Lagi Rampung

Megapolitan / Pemprov Data Ulang Cagar Budaya di Jakarta

Megapolitan / Jakarta Berkontribusi pada Inflasi Nasional


Baca Juga !.