Perolehan Suara Demokrat Selalu Merosot

indopos.co.id – Salah satu deklarator Partai Demokrat (PD) Sahat Saragih mengatakan, para pendiri dan deklarator partai demokrat turun gunung dipicu oleh kemerosotan perolehan suara di setiap pemilu.

Diketahui, ketika dipimpin oleh Ketua Umum Kedua PD Hadi Utomo, perolehan suara partai sebesar 20,40 pada Pemilu 2009. Suara tersebut turun menjadi 10,19 pada Pemilu 2014 dan semakin merosot pada Pemilu 2019 dengan perolehan suara 7,77 persen.

Baca Juga :

Kini, partai yang pernah memenangkan SBY sebagai presiden dua periode itu terpuruk di urutan 7 partai nasional. “Ironisnya, kemerosototan itu terjadi pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun sebagai Ketua Umum PD. Apakah keterpurukan itu bisa disebut sebagai suatu keberhasilan?” tanya dia.

Menurut dia, sejumlah pendiri dan kader PD sudah sepakat bahwa partai sedang mengalami krisis parah dan harus dilakukan perbaikan. Salah satu solusinya, harus ada pergantian kepemimpinan.

Selain perolehan suara yang merosot, wibawa SBY sebagai pemimpin juga mulai turun di mata anak buahnya. “Salah satu buktinya, slogan yang dilahirkan sendiri oleh SBY (Bersih, Cerdas dan santun) dinjak-injak oleh beberapa pengurus DPP melalui statement-statement politik yang ngawur dan menyakitkan hati masyarakat. Sikap dan tindakan itu sama sekali tidak digubris oleh SBY sebagai ketua umum. Pertanyaannya apa yang menyebabkan SBY ‘tidak berani’ menindak mereka?,” tanya dia lagi.

Lebih lanjut, Sahat mengingatkan SBY untuk segera mengambil tindakan tegas. “Apabila SBY tidak juga menggubris usulan Pendiri dan Deklarator untuk mempercepat Kongres atau KLB maka Pendiri dan Deklarator akan mengundang DPD dan DPC seluruh Indonesia untuk bersama-sama memberhentikan SBY sebagai ketua umum,” tukas dia. (fol)

Baca Juga :

Perlu Ada Oposisi dalam Pemerintahan

Komentar telah ditutup.