Internasional

Paris Buka Kolam Renang dan Taman hingga Malam Akibat Gelombang Panas

Redaktur: Ali Rahman
Paris Buka Kolam Renang dan Taman hingga Malam Akibat Gelombang Panas - Internasional

Berenang di malam hari juga akan diizinkan di cekungan kanal LaVilette.

indopos.co.id - Paris akan membuka kolam renang di malam hari, taman-taman besar akan tetap buka sepanjang waktu, dan ruangan sejuk khusus akan didirikan di gedung-gedung balai kota karena pemerintah Perancis khawatir akan kesehatan penduduk selama terjadinya gelombang panas di Eropa.

Gelombang panas diperkirakan akan menyerang Perancis hingga bulan Juli dengan suhu sekitar 35 hingga 40 derajat Celcius. Menurut AccuWeather, kombinasi badai yang terhenti di Atlantik dan terkanan tinggi di Eropa tengah, akan menarik udara yang sangat panas dari Afrika ke wilayah utara, yang kemudian mengarah pada gelombang panas yang berpotensi berbahaya di sebagian Eropa barat dan tengah.

“Meskipun akan berumur pendek, gelombang panas ini bisa menjadi luar biasa untuk momentum dan intensitasnya,” ungkap AccuWeather.

Ibukota Perancis masih mengalami trauma pada gelombang panas tahun 2003, yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang di Perancis dan begitu banyak kematian di wilayah Paris sehingga kamar mayat kehabisan ruang.

Orang lanjut usia dan mereka yang hidup sendiri tanpa kontak dengan tetangga menjadi perhatian khusus ketika kota itu melakukan peningkatan perencanaan darurat. Akan ada saluran telepon khusus, dan ruang sejuk yang akan tersedia antara pukul 14.00 dan 18.00 waktu setempat.

Walikota Paris, Anne Hidalgo, mengatakan pada hari Minggu (23/6/2019) bahwa sebanyak delapan kolam renang utama akan tetap buka setelah pukul 22.00 dan berenang akan diizinkan di cekungan kanal di La Villette. Dia juga mengatakan tiga kolam renang sementara akan didirikan di daerah berpenduduk padat dan berpenghasilan rendah di kota itu dan akan bebas untuk digunakan.

Paris memiliki ruang hijau yang relatif sedikit dan telah berusaha selama bertahun-tahun untuk menghijaukan dan mengembangkan lebih banyak tanaman untuk melawan panas yang disimpan oleh batu dan beton. Hidalgo mengatakan pada Journal du Dimanche bahwa 13 taman besar akan tetap buka sepanjang malam selama gelombang panas karena suhunya akan satu atau dua derajat lebih rendah daripada seluruh kota. Dia mengatakan lima taman lagi akan ditambahkan jika gelombang panas masih berlanjut.

Populasi tunawisma yang terus bertambah di kota ini, termasuk sejumlah besar migran yang tidur dalam kelompok tenda di bawah jembatan atau di pinggir jalan juga menjadi perhatian khusus. Hidalgo mengatakan 5.000 botol minum yang dapat digunakan kembali akan didistribusikan kepada orang-orang yang tinggal di jalan, dan lebih dari 1.000 air mancur minum ditambahkan di seluruh kota.

“Para pekerja bantuan akan meningkatkan patroli mereka untuk memeriksa kondisi para tunawisma,” kata Hidalgo seperti dilansir the Guardian.

Pusat bantuan tunawisma di La Chapelle, sebuah daerah dengan jumlah migran tidak resmi dan pengungsi yang besar akan tetap buka tujuh hari seminggu, dengan kapasitas hingga 400 pancuran sehari, ungkap Hidalgo. Juru kampanye telah lama mengeluh bahwa tidak ada cukup dukungan sepanjang tahun tersedia untuk para tunawisma di kota itu.

Ruang gawat darurat rumah sakit di Paris telah bersiap untuk peningkatan pasien karena banyak orang telah melakukan aksi protes atas sumber daya yang tidak mencukupi. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Telah Bunuh 100 Orang, India akan Jadi Terlalu Panas untuk Ditinggali

Internasional / Suhu di Portugal 47 Derajat Celcius

Internasional / Gelombang Panas Serang Jepang, 65 Tewas


Baca Juga !.