Banten Raya

Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Redaktur: Syaripudin
Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka - Banten Raya

RAZIA-Petugas Satpol PP Kota Cilegon menggelar operasi yustisi di salah satu kontrakan di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Senin (24/6/2019).Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS

indopos.co.id - Wali Kota Cilegon Edi Ariadi angkat bicara terkait adanya oknum ASN (aparatur sipil negara) di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang digerebek warga karena berbuat mesum di sebuah rumah di Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon.

Diduga ASN itu berbuat mesum dengan seorang guru sekolah dasar yang berstatus janda. ”Ini terkait disiplin,  pelanggaran dan memalukan. Saya akan  panggil kepala dinasnya dulu. Nanti BKPP yang akan prosesnya sanksinya,” terang Wali Kota Cilegon Edi Ariadi kepada sejumlah wartawan termasuk INDOPOS, Senin (24/6/2019).

Menurut Edi juga, ASN itu seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. ”ASN itu harus menjadi cermin masyarakat dari perilaku dan lain sebagainya. Jangan malah ASN yang ngacak-ngacak gitu loh," cetusnya.  

”Saya juga mengimbau kepada semua ASN mulai dari eselon II sampai bawah agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” sambung Edi juga. 

Berangnya Edi ini berawal  dari terciduknya seorang oknum ASN di lingkungan Pemkot Cilegon berinisial SF, 38, yang digerebek warga berada di rumah seorang janda berinisial RN di lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Minggu (23/6/2019). 

SF dan RN digerebek karena warga curiga keduanya melakukan perbuatan mesum. Menyusul digeregeknya oknum ASN itu, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon langsung melakukan operasi yustisi terhadap penghuni rumah kos dan kontrakan.

 Operasi yustisi kali ini digelar di  Kecamatan Citangkil.  Dalam operasi ini, Satpol PP dibantu TNI / Polri menyisir kamar kos dan kontrakan. Satu persatu penghuni kos dan kontrakan diperiksa kartu identitasnya. 

Sebanyak 56 orang penghuni kos dan kontrakan diamankan karena tidak memiliki e-KTP dan keterangan domisili. Mereka selanjutnya dibawa ke kantor Kelurahan Citangkil untuk didata dan dibina. 

Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Cilegon Sukroni mengatakan, operasi yustisu gencar dilakukan untuk tertib administrasi kependudukan dan keberadaan lingkungan terhadap penghuni kos dan kontrakan. 

 ”Kan kalau habis Lebaran yang ngontrak biasanya membawa saudara dan teman. Nah ini yang harus kita awasi. Apakah orang yang dibawa itu sudah melaporkan diri ke RT setempat atau tidak,” terang Sukroni disela-sela operasi yustisi, Senin (24/6/2019).

Tidak hanya berkaitan tertib administasi kependudukan, operasi itu juga dilakukan guna pengawasan  para penghuni kos dan kontrakan. ”Mereka (penghuni kosan dan kontrakan) juga kita awasi, karena kita tidak mau kos atau kontrakan dijadikan tempat  pesta narkoba, miras dan perbuatan negatif lainnya,” cetusnya.  (yas)

 

 

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Banten Raya / Tidak Netral dalam Pemilu 2019, ASN di Banten Disanksi Berat

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi


Baca Juga !.