Nasional

Seleksi Capim KPK Dikebut

Redaktur: Riznal Faisal
Seleksi Capim KPK Dikebut - Nasional

Ketua DPR Bambang Soesatyo

indopos.co.id -  DPR RI kebut seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK). Para wakil rakyat itu menargetkan uji kelayakan dan kepatutan bisa rampung sebelum masa jabatan mereka sebagai anggota dewan habis.  

"September dimulai dan kita ambil putusan sebelum kita berakhir dan mereka akan dilantik sebagaimana periode yang lalu pada bulan Desember oleh presiden yang baru," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (24/6/2019).

Menurut Bamsoet, proses uji kelayakan dan kepatutan sepenuhnya diserahkan kepada Komisi III DPR. Kandidat yang lolos uji kepatutan dan kelayakan akan menunggu hingga akhir tahun untuk dilantik.

Disinggung apakah memang kejar tayang dan dipaksakan? Bamsoet membantah bila DPR memaksakan proses seleksi capim KPK di tengah masa tugas DPR periode 2014-2019 yang tinggal beberapa bulan.

Politikus Partai Golkar itu yakin Komisi III mampu memilih lima terbaik dari 10 nama yang disodorkan panita seleksi (Pansel). "Ini sudah biasa terjadi. Kan penugasan Pansel terbatas, akan berakhir segera. Akan selesai tanggal 4 Juli, lalu kami menunggu 10 nama yang menurut pansel terbaik, kita pilih lima. Bukan soal percaya atau tidak percaya," pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon berharap calon pimpinan KPK diisi sosok-sosok berintegritas tinggi. Lembaga Antirasuah itu diharapkan semakin profesional dengan pemimpin yang baru. "Harusnya pimpinan KPK betul-betul netral dan independen," harapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (24/6/2019).

Fadli juga berharap, kinerja KPK semakin optimal dalam pemberantasan korupsi dengan pimpinan baru. Dengan catatan, strategi pencegahan dan penindakan KPK harus proporsional dan berimbang.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu pun mengapresiasi kinerja pimpinan KPK saat ini. Menurutnya, KPK telah memperlihatkan sejumlah kemajuan dan keberhasilan. Kendati begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum masa kerja mereka berakhir. KPK harus benar-benar profesional menghilangkan standar ganda dalam menangani sebuah kasus.

Terpisah, Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih menyebut, ada 22 orang yang masuk mendaftar menjadi calon pimpinan KPK. "Ada 22 orang yang mendaftar dan akan diseleksi hingga dikerucutkan menjadi 10 orang dan kemudian dilayangkan ke DPR," singkatnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.