Megapolitan

Tidak Mengikuti Aturan Sistem Zonasi, Kemendikbud Tegur Pemprov DKI

Redaktur:
Tidak Mengikuti Aturan Sistem Zonasi, Kemendikbud Tegur Pemprov DKI - Megapolitan

DAPAT PERINGATAN - Sejumlah siswa dan orang tua murid mendaftar seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan komputer di SMAN 1 Jakarta, Jakarta, Senin (24/6/2019). Sistem PPDB di DKI Jakarta disorot Kemendikbud. Foto: Galih Pradipta/ANTARA

indopos.co.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melayangkan surat peringatan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang belum menerapkan sistem zonasi di bawah 80 persen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerangkan, saat ini pihaknya telah memberikan peringatan secara tertulis. ”Kita sudah peringatkan Pemprov DKI agar menerapkan zonasi hingga 80 persen,” ujar Muhadjir Effendy di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar banyak. Dia memastikan, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jalur zonasi tetap mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN). Sistem tersebut diklaim tidak memunculkan sekolah favorit di tiap zonasi.

Sebab, dikatakan Anies pihaknya terus menggenjot mutu pendidikan di tiap sekolah di Jakarta. Dengan demikian, semua sekolah akan berkualitas dan tidak ada sekolah favorit. “Untuk mendukung sistem zonasi, kita perbaiki semua mutu sekolah,” ujarnya.

Anies menyampaikan, kualitas pendidikan di Jakarta akan merata jika mutu seluruh sekolah diperbaiki. Perbaikan mutu sekolah akan membuat orangtua siswa memiliki kepastian soal kualitas pendidikan anaknya di mana pun mereka sekolah. “Kalau kita secara serius memperbaiki kualitas sekolahnya, justru nantinya dalam jangka panjang akan merata kualitas itu,” katanya.

Dia menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta lebih fokus meningkatkan mutu pendidikan di semua sekolah dibandingkan dengan sistem PPDB tersebut. Menurutnya, hal penting pada peningkatan kualitas pendidikan dengan meningkatkan kualitas tiap sekolah hingga kualitas guru pengajarnya.

“Guru kita harapkan tetap terus belajar, dengan menjadi pembelajar. Tentu ini akan meningatkan kualitas dan kompetensi guru,” pungkas dia. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Memperkenalkan Sejarah Jakarta Melalui Hologram

Megapolitan / DPRD Enggan Mengesahkan Raperda Zonasi Pesisir

Megapolitan / YLBHI Nilai Penerbitan IMB Pulau D Tak Perhatikan Banyak Aspek

Megapolitan / Rusunawa Pasar Rumput Sedikit Lagi Rampung

Megapolitan / Pemprov Data Ulang Cagar Budaya di Jakarta

Nasional / Eks Bandara Kemayoran bakal Jadi Cagar Budaya  


Baca Juga !.