Headline

Komisaris Utama BUMN ini Punya Hobi Bermain Golok

Redaktur: Juni Armanto
Komisaris Utama BUMN ini Punya Hobi Bermain Golok - Headline

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM yang juga Komisaris Utama PT Perusahaan Nasional Madani (PNM) Agus Muharram

Namanya Agus Muharram. Dia Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM yang juga Komisaris Utama (Komut) PT Perusahaan Nasional Madani (PNM). Pria perlente ini punya hobi bermain golok.

Dhika Nur Alam, JAKARTA

Di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. INDOPOS berkesempatan berbincang santai dengan Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Agus Muharram. Mengenakan kemeja biru dongker, celana jeans, dan topi hitam, penampilan Agus terlihat sangat stylish. Lengan kemejanya dilinting. Duduknya tegak. 

’’Saya menjabat Komisaris dari tahun 2012. Lumayan lama mungkin. Tapi Komisaris Utama (Komut) baru jalan tiga tahunan. Dari 2012 - 2017 itu Komisaris. Dari 2017 - sampai sekarang sebagai Komisaris Utama,’’ ujar Komisaris Utama PT Perusahaan Nasinal Madani (Persero) (PNM) Agus Muharram kepada INDOPOS di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Agus alumnus program S1 Bidang Geofisika (ITB) dan S2 Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (ITB) pada 1990. Agus juga bekerja sebagai Konsultan Perencanaan Wilayah dan Kota. Sebelum bertugas di Kementerian Koperasi dan UKM, dia menjabat Kepala  Bagian Humas Departemen Pekerjaan Umum (PU). 

Kemudian mulai bergabung di Kementerian Koperasi dan UKM sejak akhir 1998 dengan menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam hingga Purna Bakti April 2018).

Selama 27 tahun bekerja sebagai PNS, Agus telah menduduki lebih dari 23 Jabatan Struktural. Di Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram telah banyak menduduki jabatan. Di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Teknologi, Deputi Bidang Pembiayaan, Plt. Selain itu, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Deputi Bidang Pengembangan SDM dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.

Sebagai seorang Abdi Negara, Agus telah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI, seperti Satya Lencana Karya Satya X Tahun (2008), Satya Lencana Pembangunan (2010) dan Satya Lencana Karya Satya XX Tahun (2011).

PT. PNM merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang permodalan. Fungsinya membantu masyarakat pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah memulai usaha atau menjalankan usaha dengan pemberian pinjaman secara kredit.

Di luar aktivitasnya sebagai Komisaris Utama, Agus hampir tak pernah berolah raga. Meski rekan kerjanya kerap mengajak berolahraga, Agus tidak tertarik. Kendati demikian, dia melakukan pola makan teratur dan hidup sehat. 

’’Itu saya terus terang tidak berolah raga. Misalnya golf, tenis apapun lah saya tidak. Paling jogging jarang sekali. Saya bukan tidak hobi. Tapi tidak ada waktu. Saya kalau ditanya tidak main golf, tapi mainnya golok,’’ candanya seraya merekahkan senyumannya.

’’Saya menjaga pola makan dan pola hidup. Saya tak merokok, tak minum-minuman keras. Kalau makan saya juga tidak berlebihan, yang penting cukup. Jadi itu kuncinya,’’ tambahnya. 

Menyanyi adalah salah satu hobinya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Agus juga hobi menulis dan melukis. Bahkan beberapa kali pentas dalam acara Delapan Puluhan TVRI bersama Deddy Dhukun, Show 7 Bintang Vina Panduwinata (Back Story) di Balai Sarbini.

’’Itu jadi kunci sukses. Alhamdulilah saya bekerja di pegawai negeri 27 tahun. 14 tahun lebih saya Eselon 1. Di dalam sejarah pegawai negeri itu jarang yang bisa mencapai lebih dari masa kerjanya Esselon 1,’’ ungkapnya. 

Selain itu, harapan bagi PT. PNM tentu bisa menjadi perusahan BUMN sehat, kuat, mandiri, dan tangguh. Bisa melayani dengan hati sesuai kebutuhan, bukan hanya memberikan pinjaman tapi memberikan pelatihan dan pembinaan. 

’’Tentunya peran dari pemerintah bisa memberikan kemudahan dalam menambah modal PNM. Sehingga demand antara pelaku usaha ekonomi mikro tentu yang begitu tinggi pas kebutuhan modal bisa ditingkatkan,’’ harap Mantan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM ini.

Barometer kenaikan kelas para pelaku UMKM antara lain ditandai meningkatnya aset dan omzet dalam jumlah signifikan. Dana suksesnya juga ada peningkatan usaha dan pengembangan usaha.

’’Jadi ada lima sukses. Penyaluran, pemanfaatan, pengembalian, serta peningkatan dan pengembangan usaha,’’ pungkas dia. (*)

 

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Melihat Keunikan Ikan Arwana Kembar Siam

Megapolitan / Mengungkap Proses Pembuatan Kerak Telor Raksasa

Opini / Perlunya BLK Terintegrasi

Opini / Komposisi dan Seleksi Capim KPK

Megapolitan / Menguak Misteri Relief Bersejarah di Eks Bandara Kemayoran (2)

Megapolitan / Menguak Misteri Relief Bersejarah di Eks Bandara Kemayoran (1)


Baca Juga !.