Megapolitan

Satu Desa Menolak, DOB Bogor Timur Terancam

Redaktur: Syaripudin
Satu Desa Menolak, DOB Bogor Timur Terancam - Megapolitan

Foto: Net

indopos.co.id - Pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Bogor terancam gagal. Satu dari sekian desa yang masuk wilayah pemekaran menolak rencana pemekaran tersebut. Satu desa tersebut, adalah Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DOB Bogor Timur di DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin mengatakan kalau Desa Wanaherang sama sekali tak memberikan Surat Keputusan Musyawarah Desa (SKMD). Padahal, SKMD merupakan syarat mutlak agar pemekaran di timur Kabupaten Bogor itu terlaksana.

”Laporan sementara yang kami terima dari pemda ada enam desa lagi. Desa Wanaherang itu bersikukuh tidak mau,” kata Junaidi kepada Radar Bogor (INDOPOS Group) saat ditemui di Cibinong, beberapa waktu yang lalu. Junsam, begitu biasa ia disapa, beralasan bahwa satu desa tersebut ingin tetap berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Padahal dari segi geografis maupun jumlah penduduk di desa tersebut juga tidak memiliki perbedaan dengan desa lainnya. ”Alasannya itu. Meskipun ya memang syarat pemekaran itu kan harus semua desa, masalah jadi atau tidak jadinya belum ke arah sana,” sambungnya.

Yang jelas, kata dia juga, Pansus bersama dengan Pemkab Bogor sedang mencari alternatif lain untuk persoalan tersebut. Termasuk meminta arahan dan petunjuk dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kita mau cari formula, bagaimana jika ada satu desa atau wilayah yang tidak mau bergabung ini bisa dilanjutkan atau bagaimana,” cetusnya. Apalagi, kata dia juga, batas waktu penyelesaian SKMD seharusnya selesai pada awal Juli nanti. Jika merujuk pada aturan yang disepakati bersama, seluruh SKMD seharusnya sudah masuk ke pemerintah daerah, selanjutnya nanti disampaikan ke tingkat provinsi.

”Keburu, kami tunggu hasil rekomendasi dari Kemendagri nanti. Makanya kami ingin konsultasi, kalau tidak masalah, ya tinggal kami sepakati,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Gunungputri Juanda Dimansyah mengatakan dirinya telah beberapa kali berupaya agar Desa Wanaherang segera menyetorkan SKMD agar proses pemekaran Bogor Timur segera terealisasi. Namun, hingga kini tidak mendapat respon baik dari Kades Wanaherang, Agus Suherman.

”Sudah berapa kali saya undang ke kantor (Kecamatan Gunungputri, Red) tapi tidak datang juga,” ujarnya Senin (24/6/2019). Juanda menerangkan, upaya yang dilakukan mulai dari melayangkan surat panggilan ke desa hingga berupa teguran keras pada Kades Wanaherang agar mau menyetorkan SKMD.

”Sudah sering saya panggil. Saya tegur dengan keras, tapi tetap saja kades tidak memberikan dan menaati peraturan,” paparnya. Padahal, kata Juanda, prosesnya hanya memberikan SKMD yang seharusnya dibuat pihak desa. Sikap keras kepala Desa Wanaherang membuat Juanda menuding kades hanya mementingkan diri sendiri.

Menurutnya, Kades tidak lagi mencerminkan dan memikirkan kepentingan rakyat dibalik pemekaran yang telah tertuang dalam RPJPD. ”Ya kalau begitu memikirkan kepentingan sendiri, karena belum tentu semua masyarakat tidak setuju dengan pemekaran ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Wanaherang, Agus Suherman belum bisa dikonfirmasi terkait dukungan desa terhadap rencana pemekaran DOB Botim. Saat koran ini datang ke kantor Desa Wanaherang, Senin (24/6), Agus tidak terlihat di kantornya. Wartawan koran ini menunggu hingga pukul 13.00 WIB, namun Agus tidak juga datang. (dka/cr1/c)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / DPRD Kabupaten Bogor Tolak Wilayahnya Diambil Pemkot Bogor

Megapolitan / Kades Wanaherang Setuju DOB Bogor Timur

Megapolitan / Tertunda Lebaran, DOB Botim Terus Terkendala

Megapolitan / DOB Bogor Barat, Tiga Desa Belum Buat SKMD

Megapolitan / Digantung, Pemekaran Bogor Timur Tersendat

Megapolitan / Digantung, Pemekaran Bogor Timur Tersendat


Baca Juga !.