Daerah

Pemerintah Kebut Tol Banda Aceh-Sigli

Redaktur: Jakfar Shodik
Pemerintah Kebut Tol Banda Aceh-Sigli - Daerah

GEBER - Seorang pekerja menyiramkan air di badan jalan tol Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang di Aceh Besar, Jumat (21/6). Foto: Kementrian PUPR.

indopos.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggeber pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli. Seksi III Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14 kilometer (km) dari total 74 km.

”Kami terus kebut pengerjaannya supaya rampung akhir tahun ini,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Alfisyah, di Banda Aceh, Senin (24/6).

Ia mengatakan, hingga kini Seksi IV terdiri tiga kecamatan Indrapuri, Montasik, dan Blang Bintang sebagian di antaranya telah dilakukan pengaspalan jalan. Lalu, tengah melakukan proses pembuatan jembatan berukuran besar dengan memasang pemancangan tiang-tiang atau pilar sebagai penopang bangunan bagian bawah jembatan atau dikenal dengan abudment.

Sebagian pekerja di seksi jalan tol merupakan bagian dari ruas Trans Sumatera sedang membuat sistem drainase tol berkualitas di antaranya bebas dari banjir ketika hujan deras turun di wilayah Aceh. ”Kalau jembatan di Seksi 4 ini ada dua, yakni Indrapuri dan Montasik. Tapi kalau sifatnya kecil-kecil itu, kita bikin gorong-gorong. Jadi, jembatan besar itu ada dua unit,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertengahan Desember tahun lalu, telah meresmikan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli. Itu dilakukan sebagai usaha memudahkan mobilitas masyarakat, dan barang di daerah untuk pertumbuhan ekonomi. Jokowi meyakini, kerja keras Kementerian PUPR, perusahaan BUMN terkait, dan sejumlah kepala daerah, pembangunan akan berjalan cepat.

Menurut Jokowi, pembangunan enam seksi jalan tol membutuhkan dorongan dari kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur. Itu terkait pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk tol. ”Problemnya hanya ada di situ. Di mana-mana yang namanya pembangunan jalan tol itu selalu problem dan masalah di pembebasan,” ucap Jokowi. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.