Nasional

Persoalan Lingkungan Disuarakan Pemuda Indonesia di ASEAN Youth Leaders

Redaktur: Ali Rahman
Persoalan Lingkungan Disuarakan Pemuda Indonesia di ASEAN Youth Leaders - Nasional

Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Najmi Mumtaza Rabbany mewakili pemuda Indonesia dalam Forum Pemimpin Muda ASEAN (ASEAN Youth Leaders) di Bangkok, Thailand, sejak Kamis - Senin (20-24/2019).

indopos.co.id - Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Najmi Mumtaza Rabbany mewakili pemuda Indonesia dalam Forum Pemimpin Muda ASEAN (ASEAN Youth Leaders) di Bangkok, Thailand, sejak Kamis - Senin (20-24/2019).

Kehadirannya di sana tidak dengan tangan kosong. Najmi membawa persoalan nasional yang perlu menjadi perhatian para pemimpin negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Ia bersama peserta pemuda dari negara lainnya menyampaikan persoalan tersebut kepada seluruh pemimpin negara-negara ASEAN dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2019 (ASEAN Summit).

Adapun isu yang disampaikan Najmi itu tentang lingkungan yang menuritnya harus menjadi perhatian para pemimpin negara-negara ASEAN. Sebab, hal tersebut telah membawa banyak dampak negatif terhadap kehidupan bangsa.

"Atas nama pemuda Indonesia, saya mengusulkan isu lingkungan untuk masuk ke dalam draft pembahasan ASEAN Youth Statement, mengingat maraknya sampah laut yang mayoritas berbahan plastik di lingkup laut kawasan ASEAN," ujar Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/6/2019).

Ribuan ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut pria berusia 22 tahun itu, perlu penanaman mental ramah lingkungan dalam hal ini. "Saya rasa, di sini dibutuhkan penanaman mental ramah lingkungan di antara negara-negara anggota ASEAN demi tercapainya kelestarian lingkungan," ungkapnya.

Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Najmi Mumtaza Rabbany bersama Presiden Joko Widodo dalam Forum Pemimpin Muda ASEAN (ASEAN Youth Leaders) di Bangkok, Thailand, sejak Kamis - Senin (20-24/2019).

Di samping itu, ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN harus sudah meningkatkan inovasi untuk mengurangi persoalan tersebut. Untuk mencapai tujuan ini salah satunya dengan mengimplementasi carbon market, dan berinvestasi dalam sektor teknologi dan inovasi.

Usulan tersebut diterima sebagai salah satu persoalan penting yang harus menjadi prioritas perhatian para pemimpin negara-negara Asia Tenggara, selain persoalan pendidikan dan pembangunan sosial ekonomi. "Setelah diskusi panjang, ada tiga fokus isu yang kami angkat dalam ASEAN Youth Statement, yaitu education, environment, and inclusive socio-economic development," katanya.

Melalui forum tersebut, ia dan para pemuda perwakilan dari negara-negara ASEAN mendorong pemerintah untuk turut melibatkan kaum muda dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan di lingkup ASEAN. "Selaku representasi pemuda masing-masing negara di ASEAN, kami berkomitmen penuh dan akan berkeja keras dalam mendukung terpenuhinya tanggung jawab bersama ini," tegasnya.

Najmi dan rekan-rekan peserta lainnya memang tidak banyak. Namun, mereka yakin bahwa jika usulan tersebut dapat direspons dengan baik oleh para pengambil kebijakan pasti akan memberikan dampak positif yang luas terhadap masyarakat ASEAN umumnya, dan bangsa Indonesia khususnya.

Forum Pemimpin Muda se-Asia Tenggara ini diadakan dalam rangka menyambut Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2019 (ASEAN Summit) di Bangkok, Thailand yang dihadiri oleh seluruh kepala negara/kepala pemerintahan dari seluruh negara anggota ASEAN. (rmn)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.