Megapolitan

Kata Pengamat, Kampung Akurium Harus Sesuai Peruntukan

Redaktur: Darul Fatah
Kata Pengamat, Kampung Akurium Harus Sesuai Peruntukan - Megapolitan

Foto : Ilustrasi

indopos.co.id - Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menilai rencana Pemprov DKI Jakarta membangun pemukiman permanen justru bertolak belakang dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Jakarta 2030. Dalam RTRW dan RDTR tersebut, kawasan Kampung Akuarium diperuntukkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta pemerintahan.

Dia mengatakan, dalam UU No 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, ada beberapa pola penanganan kampung kumuh. Yakni pemugaran bangunan dan peremajaan kawasan, jika sesuai peruntukan tata ruangnya.

Jika tidak sesuai tata ruang dan rawan bencana, dilakukan permukiman kembali atau relokasi. "Siapa pun harus taat terhadap Perda RTRW dan RDTR, sesuai aturan yang harus dikembalikan menjadi RTH yang dibangun menjadi taman kota bagi warga sekitar," kata Yoga. Apabila pembangunan pemukiman permanen tetap dilanjutkan, maka Pemprov DKI justru memberi contoh pada masyarakat untuk tidak taat aturan dengan memfasilitasi pelanggaran.

Maka dari itu, kata dia, Kawasan Kampung Akuarium harus dikembalikan lagi sesuai fungsi dan peruntukan sesuai dengan RTRW dan RDTR DKI. "Kalau model seperti ini juga dilakukan di seluruh wilayah DKI bisa dipastikan tata kotanya semakin semrawut," tukas Yoga. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Wajah Baru Jakarta untuk Kampung Akuarium?

Megapolitan / Menanti Kepastian, Inilah Pengakuan Warga Kampung Akuarium


Baca Juga !.