Hukum

Otto Nilai Permohonan Praperadilan MAKI Terhadap Kejaksaan Agung Tidak Tepat

Redaktur: Ali Rahman
Otto Nilai Permohonan Praperadilan MAKI Terhadap Kejaksaan Agung Tidak Tepat - Hukum

Prof Otto Hasibuan

indopos.co.id - Pengacara senior Prof Otto Hasibuan menyikapi Permohonan Praperadilan yang diajukan Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Yakni meminta agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia melimpahkan perkara Genades Panjaitan ke Pengadilan.

Menurut Otto, hal itu adalah tidak tepat serta bertentangan dengan Pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XI/2013 tanggal 14 Mei 2014.

"Karena Genades Panjaitan adalah seorang Advokat yang memiliki Hak Imunitas dimana yang bersangkutan tidak bisa dituntut dalam perkara perdata dan pidana terhadap advis hukum yang diberikan dengan iktikad baik," ujar Otto, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa Genades Panjaitan dalam perkara Blok Baster Manta Gummy (BMG) hanyalah seorang Legal Counsel (Advokat) yang memberikan nasehat hukum. Dan tentunya tidak bisa dimintai pertanggung jawaban pidana atas nasehat hukum yang diberikannya.

"Karena dalam perkara ini tidak ada gratifikasi ataupun suap. Advokat itu tidak identik dengan kliennya," jelas Otto.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa dugaan kerugian negara yang ditimbulkan hanyalah berkaitan dengan Corporate Action. Terlebih draft-draft perjanjian itu dibuat Advokat Luar Negeri yakni Baker McKenzie Australia.

"Mestinya Boyamin Saiman sebagai Advokat harus memahami hal tersebut dan sebagai Advokat harus menjunjung tinggi Undang-Undang Advokat. Dan sepatutnya memohon kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menghentikan kasus ini bukan sebaliknya. Karena tidak ada dalam sejarahnya, seorang Advokat dihukum secara pidana atas advice-advice hukum yang diberikannya," pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Otto Hanya Tangani Perkara non Praperadilan

Hukum / Setnov Menang Lagi Praperadilan?


Baca Juga !.