Internasional

Wah, Siswa Sesak Nafas dan Muntah, 400 Sekolah di Malaysia Ditutup

Redaktur: Darul Fatah
Wah, Siswa Sesak Nafas dan Muntah, 400 Sekolah di Malaysia Ditutup - Internasional

PENCEMARAN: Pada Maret 2019, lebih dari 4.000 orang di Pasir Gudang, Malaysia sakit akibat menghirup gas beracun. Foto; net

indopos.co.id - Lebih dari 400 sekolah di negara bagian Johor, Malaysia ditutup setelah 75 siswa mengalami sesak nafas dan muntah. Sekolah-sekolah di kawasan industri Pasir Gudang itu telah ditutup hingga Kamis (27/6/2019). Pasalnya, pihak berwenang masih menyelidiki insiden polusi udara yang menghantam negara tersebut.

Pada Maret 2019, sekitar 4.000 orang yang kebanyakan anak-anak jatuh sakit setelah limbah kimia dibuang secara ilegal di sungai. Namun, pihak berwenang mengatakan bahwa kejadian itu tidak berkaitan. Lebih dari 100 sekolah dasar dan menengah, serta 300 taman kanak-kanak diperintahkan untuk ditutup sementara minggu ini. Seperti dilansir Kantor Berita Malaysia, Bernama.

Menurut BBC, Menteri Utama Malaysia, Johor Sahruddin Jamal mengatakan, 75 siswa dari 15 sekolah mengeluh kesulitan bernapas dan mulai muntah. Seluruh siswa itu langsung dibawa ke rumah sakit.

Sahruddin sebelumnya mengatakan kepada wartawan, tidak jelas penyebab dari penyakit terakhir. Namun, kejadian itu tidak terkait dengan kasus polusi sebelumnya pada Maret lalu yang menyebabkan 111 sekolah tutup dan ribuan orang sakit setelah menghirup asap beracun dari Sungai Kim Kim.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Selasa (25/6/2019), bersumpah bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap mereka yang berada di balik insiden itu. Ia mengatakan, kejadian seperti itu seharusnya tidak terjadi lagi setelah insiden sebelumnya.

Pada Maret lalu, ribuan orang mengalami sesak nafas, nyeri dada, dan muntah setelah 40 ton limbah kimia dibuang secara ilegal ke sungai. Petugas kebakaran dan penyelamatan mengidentifikasi setidaknya ada 15 jenis bahan kimia yang berbeda, termasuk hidrogen sianida yang tidak berwarna dan sangat beracun.

Malaysia kemudian mendakwa tiga orang, dua warga Malaysia dan satu warga Singapura, terkait insiden tersebut. “Semua limbah dari sungai Kim Kim telah dibuang,” kata Sahruddin, menurut Kantor Berita The Malay Mail. “Penyebab kasus yang terakhir ini masih dalam penyelidikan,” tambah dia. (fay)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Satu Korban Tewas Kecelakaan Truk Tanki BBM Belum Teridentifikasi 

Megapolitan / Truk Tanki Kecelakaan, Pertamina Terjunkan Tim Investigasi 

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi


Baca Juga !.