Bola Dunia

Jumpa Kolombia di Perempat Final Copa America, Cile harus Kerja Ekstrakeras

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Jumpa Kolombia di Perempat Final Copa America, Cile harus Kerja Ekstrakeras - Bola Dunia

Alexis Sanchez

indopos.co.id – Kolombia menjadi satu-satunya tim yang meraih poin absolut dalam tiga matchday di Copa America 2019. Kemenangan 2-0 Los Cafeteros atas Argentina di matchday pertama grup B (16/6/2019) menjadi yang paling monumental dan membuat pamor Radamel Falcao dkk melejit.

Bersama Brasil, Argentina, dan Uruguay, maka Kolombia menempati status empat tim terfavorit juara di Copa America ini. Apesnya sang juara bertahan, Cile, malah harus bertemu Kolombia di perempat final 29 Juni mendatang. Kekalahan 0-1 Cile di tangan Uruguay kemarin (25/6/2019) di Estadio do Maracana, membuat La Roja menempati posisi runner-up klasemen akhir grup C.

Gelandang Cile Arturo Vidal kepada EFE mengatakan undian perempat final melawan Kolombia akan sangat ketat. Secara khusus Vidal pun menyebut playmaker Kolombia James Rodriguez sebagai kawan baiknya di klub terdahulunya Bayern Muenchen.

 “Kami masih sering berkomunikasi walau berbeda klub saat ini. Untuk laga selanjutnya kami harus berhadapan dan bertarung habis-habisan,” tutur gelandang berusia 32 tahun tersebut. Kontribusi James buat Kolombia di Copa America sejauh ini mencakup dua assist.

Vidal menambahkan dirinya selalu menyaksikan pertandingan-pertandingan di Copa America 2019 ini dan memang Kolombia salah satu tim dengan organisasi terapi. Di bawah pelatih anyar Carlos Queiroz, Kolombia lebih solid juga disiplin dalam bertahan.

Dari skuad Kolombia, bukan hanya James yang moncer sejauh ini. Penyerang Sampdoria yang dipinjamkan ke Atalanta musim 2018-2019, Duvan Zapata, sedang on fire. Zapata menyumbang dua dari total empat gol Kolombia di fase grup ini.

Pelatih Cile Reinaldo Rueda kepada AP menuturkan kekalahan atas Uruguay menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan. Namun Rueda menambahkan mengambil banyak hal penting selain kalah.

Dalam pertandingan tersebut, eks pelatih timnas Kolombia dan Ekuador tersebut mengeksplorasi formasi. Dalam dua matchday awal, Rueda memakai 4-3-3, maka kemarin menjadi 3-1-4-2. Selain itu, sebanyak enam pemain dirotasi. Termasuk Vidal dicadangkan di laga kemarin.

“Kami sebetulnya ingin memenangi grup C namun hal itu tak terjadi. Yang kami butuhkan adalah istirahat kemudian mempersiapkan diri melawan Kolombia karena mereka memiliki sehari lebih banyak waktu istirahat daripada kami,” kata Rueda.

Di sisi lain, hasil imbang grup C Ekuador versus Jepang 1-1 kemarin di Estadio Mineirao, Belo Horizonte menyebabkan Paraguay lolos ke delapan besar. Sesuai format Copa America 2019, selain juara dan runner-up grup maka dua dari tiga peringkat tiga terbaik akan lolos.

Peru, Paraguay, dan Jepang merupakan tiga tim rangking tiga grup A, B, dan C. Peru menempati posisi teratas dengan poin empat. Paraguay dan Jepang memiliki poin yang sama, yakni dua, dari tiga matchday. Akan tetapi Paraguay berhak lolos ke delapan besar karena punya selisih gol memasukkan-kemasukan yang lebih baik dari Jepang. Yakni -1 (3-4) berbanding -4 (3-7).

Lolosnya Paraguay ini membuat mereka akan bertemu tuan rumah Brasil di perempat final. Brasil versus Paraguay dijadwalkan 28 Juni mendatang di Arena do Gremio, Porto Alegre.

Pertemuan Canarinho versus Paraguay di perempat final tahun ini seolah menjadi deja vu di dua Copa America sebelumnya. Yakni edisi 2011 serta 2015. Dan diantara dua pertemuan tersebut, Brasil selalu kalah dari titik penalti.

Pada edisi 2015, Brasil bermain 1-1 lawan La Albirroja di Estadio Municipal de Concepcion. Namun dalam adu penalti, Robinho dkk kalah 3-4. Mundur lagi pada 2011, Brasil kalah 0-2 dalam adu penalti usai bermain tanpa gol di Estadio Ciudad de La Plata.

Pelatih Paraguay Eduardo 'Toto' Berizzo kepada EFE mengatakan kelolosan timnya ke perempat final merupakan 'hadiah'. Sebab dalam matchday terakhir grup B versus Kolombia (24/6/2019), Paraguay kalah 0-1.

Mantan pelatih Celta Vigo tersebut berkata dalam tiga matchday yang dijalaninya penampilan terbaik tersaji saat lawan Argentina (20/6). Derlis Gonzalez dkk bermain cepat dan mengkreasi banyak peluang.

 “Kami akan bermain sangat berbeda dibandingkan yang kami tunjukkan selama fase grup. Kami tak akan lagi bermain seperti saat lawan Kolombia ketika kami bermain layaknya tim yang bingung,” ucap Toto. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.