Headline

San Francisco Kota Pertama di AS Larang Penggunaan Rokok Elektrik

Redaktur: Heryanto
San Francisco Kota Pertama di AS Larang Penggunaan Rokok Elektrik - Headline

San Francisco jadi kota pertama di AS yang melarang penggunaan rokok elektrik.

indopos.co.id – Mulai Selasa (25/6/2019) waktu setempat, San Franscisco menjadi kota pertama di Amerika Serikat (AS) yang melarang penjualan rokok elektrik sampai diketahui dampaknya pada kesehatan menjadi lebih jelas.

Para pejabat setempat memilih untuk melarang toko-toko menjual vaporiser dan melarang pengecer online untuk mengirimkannya di kota itu. Kota California adalah rumah untuk Juul Labs, produsen rokok elektrik paling populer di AS. Juul mengatakan tindakan tersebut akan membuat perokok kembali menggunakan rokok biasa dan menciptakan pasar gelap yang berkembang.

Walikota San Francisco London Breed memiliki waktu 10 hari untuk menandatangani undang-undang tersebut, tapi telah mengindikasikan bahwa ia akan menandatanganinya. Undang-undang tersebut akan mulai diberlakukan tujuh bulan sejak ditandatangani, meskipun ada laporan perusahaan dapat mengahdapi tantangan hukum.

Aktivis anti-vaping mengatakan perusahaan tersebut sengaja menargetkan generasi yang lebih muda dengan menawarkan produk yang memiliki berbagai rasa. Para kritikus mengatakan, bukan hanya membutuhkan investigasi ilmiah tentang dampaknya pada kesehatan, vaping juga dapat mendorong kaum muda untuk beralih ke rokok biasa.

Awal tahun ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), regulator nasional, mengajukan usulan pedoman untuk memberi kesempatan pada perusahaan hingga tahun 2021 untuk mengajukan permohonan agar produk rokok elektrik mereka dievaluasi.

Batas waktu awalnya telah ditetapkan hingga Agustus 2018, tetapi agensi kemudian mengatakan bahwa perlu waktu lebih banyak untuk melakukan persiapan.

Pengacara kota San Francisco Dennis Herrera yang mengkampanyekan larangan rokok elektrik, memuji langkah tersebut dan mengatakan itu diperlukan dan menyebutnya sebagai pelepasan tanggung jawab FDA dalam mengatur rokok elektrik.

Dilansir BBC, Juul sebelumnya mengatakan mendukung pemotongan vaping di kalangan anak muda, tetapi hanya jika itu setara dengan tindakan yang lebih keras untuk menghentikan mereka mengakses rokok biasa.

“Larangan penuh ini akan mendorong mantan perokok dewasa yang berhasil beralih ke produk uap untuk kembali ke rokok yang mematikan, menghentikan kesempatan bagi perokok dewasa saat ini untuk beralih, dan menciptakan pasar gelap yang berkembang, alih-alih menangani penyebab sebenarnya terkait akses dan penggunaan di bawah umur,” kata juru bicara Juul, Ted Kwong.

Pihaknya telah mengambil tindakan paling agresif di industri ini untuk menjaga produknya tetap berada di bawah tangan anak-anak di bawah umur dan mengambil langkah untuk berbuat lebih banyak. Dia mengatakan produk tembakau tradisional akan tetap tidak tersentuh oleh undang-undang ini, meskipun mereka membunuh 40.000 orang California setiap tahun. (fay)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Awas, Rokok Elektrik Isi Narkoba

Lifestyle / Rokok Elektrik, Berpotensi Masuknya NAPZA Bagi Anak

Lifestyle / Menggunakan Rokok Elektrik Dapat Menyebabkan Kejang-Kejang

Ekonomi / Target Cukai Vape Capai Rp 2 Triliun

Nasional / APVI: Vape Lebih dari Sekadar Alat Penikmat Rasa

Nasional / Simak! Vapers Pasif Ternyata Lebih Aman Ketimbang Perokok Pasif


Baca Juga !.