Raket

Kalahkan Rybarikova, Petenis Remaja ini Melaju ke Babak Ketiga Wimbledon

Redaktur: Heryanto
Kalahkan Rybarikova, Petenis Remaja ini Melaju ke Babak Ketiga Wimbledon - Raket

Cori Gauff dalam satu pertandingan di awal-awal Wimbledon. Foto: Internet

indopos.co.id - Petenis muda AS berusia 15 tahun, Cori "Coco" Gauff mengejutkan ayah sekaligus pelatihnya di ajang Wimbledon 2019. Dimana ia mampu menghadapi berbagai tekanan dan akhirnya melaju ke babak ketiga setelah menaklukkan, Magdalena Rybarikova 6-3, 6-3, Rabu (3/7/2019) waktu setempat.

“Ini bukan pertama kalinya dia harus menghadapi tekanan, tetapi dia mengejutkan saya dengan beberapa pertarungan yang dia lakukan. Pesan saya hari ini, tetap sederhana dan pastikan kamu memukul bola dengan keras, dan memukul bola ke arah sudut,” kata ayah sekaligus pelatih Gauff, Corey kepada Reuters.

Tidak butuh waktu sama sekali bagi Coco untuk melaksanakan instruksi itu, karena ia berhasil menguasai lapangan dengan mengandalkan pukulan backhand. Bahkan, Coco pun membuktikan kemenangan mengejutkan atas rekan senegara petenis senior dan unggulan Venus Williams di babak pertama.

Ini bukanlah suatu kebetulan setelah menaklukkan Magdalena Rybarikova 6-3 6-3 turnamen tenis Wimbledon, Kamis dinihari WIB (4/7/2019), untuk melaju ke babak ketiga. Tantangan bagi Gauff berikutnya adalah Polona Hercog, yang sebelumnya menyingkirkan Madison Keys dengan dua set langsung 6-2, 6-4.

Gauff, pemain termuda yang berhasil mencapai undian utama tunggal putri Wimbledon melalui kualifikasi dan yang termuda yang memenangi babak utama sejak 1991, membuat mantan semi finalis berusia 30 tahun itu tidak bisa berbuat banyak pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Satu.

Meluncur dengan mudah di atas rumput, dia mengambil alih pertandingan dengan mematahkan servis peringkat ke-139 asal Slovakia itu pada gim keenam dan untuk seterusnya memegang kendali pertandingan.

Rybarikova, semi-finalis pada 2017, sepertinya berharap permainan Gauff akan melorot, tapi justru sebaliknya Gauff seperti tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang petenis remaja tanpa pengalaman. Dengan penuh ketenangan, Coco terus merebut angka demi angka untuk akhirnya mengakhiri perjuangan lawan yang berumur separuh usianya itu.

Kemenangan sensasional atas idolanya dan juara lima kali Venus Williams, serta penampilannya yang lebih mengesankan membuatnya segera menjadi pusat perhatian di All England Club. Pada pertandingan itu, Coco hanya membuat 18 kali kesalahan sendiri dan jarang salah langkah. “Saya masih tidak percaya dia berusia 15 tahun," kata John McEnroe, legenda tenis AS pada BBC.

Bahkan, Gauff mengatakan kepada wartawan setelah pertandingan bahwa ia adalah dirinya yang sebenarnya: "Anda bisa memalsukannya sampai Anda berhasil. Tapi saya tidak berpura-pura, setidaknya saat ini,” imbuhnhya.

Hebatnya, minggu lalu Gauff sedang mempersiapkan ujian sains di sekolahnya sebelum bertolak ke London setelah ia dipastikan mendapat jatah wildcard untuk mengikuti babak kualifikasi.

Sekarang, Gauff pun hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk menjadi petenis termuda yang mencapai babak keempat di Wimbledon setelah Jennifer Capriati yang berusia 14, pada tahun 1990. Melihat dari cara Coco tampil di panggung tenis terbesar di dunia itu, banyak yang menyatakan keyakinannya bahwa ia bisa bertahan lebih lama dan melangkah lebih jauh.

Rybarikova, yang melorot ke peringkat 139, sudah mulai merasakan langkahnya semakin berat dan pada gim keenam, ketika Gauff berhasil mematahkan pukulan groundstroke-nya pada jeda pertama.

Ketika ditanya wartawan arahan telah diberikan oleh orang tuanya Corey dan Candi, yang bersorak setiap ia meraih angka, Coco hanya berujar: "Sederhana saja. Mereka memberi tahu saya, masih ada pertandingan berikutnya. Turnamen belum berakhir."

Petenis kualifikasi berusia 15 tahun Cori Gauff sukses melanjutkan perjalanan bersejarahnya di Wimbledon dengan mengalahkan Magdalena Rybarikova dalam dua set 6-3, 6-3 untuk menuju putaran ketiga.

Petenis termuda di Era Open ini Gauff terus membuat sejarah di Wimbledon, sebelumnya mengalahkan Venus Williams pada laga pembuka dengan dua set langsung, serta menjadi petenis termuda sejak tahun 1991.

"Tiga hari terakhir ini benar-benar mengejutkan. Ini menunjukkan jika kita bekerja keras, kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Minggu lalu saya tidak menyangka akan sampai ke titik ini. Ini berarti saya harus siap untuk semuanya," tutur petenis muda asal Amerika Serikat itu, melansir wtatennis.com.

Rybarikova, mantan pemain Top 20 yang gemar bermain di rumput, dikalahkan Gauff yang mencetak 18 winners dan dua ace untuk memastikan tempatnya di putaran ketiga. "Aku percaya segala sesuatu yang terjadi karena suatu alasan. Orang-orang mengatakan kepada saya untuk terus bekerja keras dan waktunya akan tiba," katanya.

Gauff tidak menghadapi break point tunggal pada set pembuka, menggunakan permainan menyerang kreatifnya sejak awal melawan Rybarikova. Selain itu, Gauff juga mampu mengimbangi gaya permainan Rybarikova yang rumit, misalnya dengan menghadang tembakan dari depan net dan sesekali melakukan pukulan jarak jauh layaknya petenis senior.

Pola yang sama juga terjadi pada set kedua, ketika Gauff terus menjaga momentumnya untuk break lebih awal dan meraih keunggulan 2-1. Dia memiliki sepasang peluang break lainnya pada 3-2, tetapi dia tidak membutuhkannya karena bisa menundukkan Rybarikova dengan memastikan kemenangan dua set langsung. (ant)

 

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.