Kesra

Layanan Jemput Klaim JHT Tak Pandang Status Sosial    

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Layanan Jemput Klaim JHT Tak Pandang Status Sosial     - Kesra

PURNA TUGAS- Mantan Direktur PT Astra Otoparts Tjong Po Liong (kedua kiri) mendapat layanan jemput klaim JHT di Kantor PT Astra Otoparts, Jakarta Utara.Foto: BPJSTK

indopos.co.id - BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba memberikan layanan pick up service atau jemput kliam JHT (Jaminan Hari Tua) kepada dua peserta mantan bos PT Astra Otoparts Tjong Po Liong dan Djangkep Budhi Santoso. JHT tersebut diantarkan ke kantor kedua peserta di Jl Raya Pegangsaan Dua, Jakarta Utara (7/7/2019).

”Bapak Tjong Po ini sebelumnya mejabat direktur dan Bapak Djangkep Budhi Santoso adalah komisaris di PT Astra Otoparts. Beliau berdua ini peserta lama BPJS Ketenagakerjaan, yakni Pak Tjong Po sejak tahun 80-an dan Pak Djangkep Budhi Santoso kepesertaan 2004 tapi Pak Djangkep Budhi Santoso ini sebelumnya juga sudah menjadi peserta dan pernah juga mencairkan JHT kepesertaan yang lama,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba Amdaustri Putra Tura. Menurut Riri, selama kepemimpinan Tjong Po dan Djangkep Budhi Santoso di perusahaannya sangat memberikan perhatian besar kepada karyawan. Salah satunya adalah melindungi seluruh karyawan dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

”Atas dedikasi yang cukup tinggi inilah, kami apresiasi kedua beliua ini ketika purna tugas berupa layanan pick up service tepat,” ucap Riri. Dikatakan, layanan pick up service tersebut dengan mengantarkan dan mberikan layanan JHT di tempat peserta berada. ”Dalam hal ini petugas kami Donnie Adrian dan Salafuddin Al Ayyubi yang bertugas pick up service di Kantor PT Astra Otoparts, Jakarta Utara,” paparnya.

Dikatakan, layanan jemput klaim JHT bukan berarti diberikan hanya kepada peserta yang statusnya bos perusahaan. Layanan ini bisa diberikan kepada peserta yang dinilai sangat berjasa terhadap pengembangan program BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu layanan ini pada dasarnya diberikan kepada peserta yang membutuhkannya. Antaralain peserta yang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang mengurus sendiri ke kantor cabang. ”Contohnya karena  peserta sakit, disabilitas, yang sedang menjalani masa tahanan, atau karena usia yang sepuh,” paparnya.

Bahkan layanan ini juga berhak diberikan kepada peserta ekspatriat purnatugas di Indonesia yang harus secepatnya kembali ke negara asal.”Jadi sifat layanan pick up service ini tidak pandang status sosial peserta. Bagi yang berhak mendapatkannya tentu kami layani,” tegas Riri.

Menurunya untuk mendapatkan pelayanan jemput klaim JHT, perwakilan peserta dari keluarga bisa datang dan melapor atau mengajukan layanan ini ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. ”Setelah itu akan ada petugas dari BPJS Ketenagakerjaan yang mendatangi peserta untuk memproses pencairan klaim JHT tersebut,” cetusnya. Riri menuturkan. (dni)

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.