Bola Dunia

Piala Afrika Bisa-bisa Kehabisan Bintang di Semifinal

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Piala Afrika Bisa-bisa Kehabisan Bintang di Semifinal - Bola Dunia

indopos.co.id - SEPARO laga 16 besar Piala Afrika benar sarat akan kejutan. Terbaru, tuan rumah Mesir dan juara bertahan Kamerun disingkirkan Afrika Selatan dan Nigeria kemarin dini hari. Mereka melanjutkan kejutan ketika Maroko yang disingkirkan Benin pada Sabtu (6/7/2019).

 Tersingkirnya beberapa tim unggulan itu berpotensi mereduksi gaung edisi ke-32 Piala Afrika. Sebab, tiga tim tersebut menyumbang bintang cukup banyak yang berkarir di Eropa dan bisa jadi magnet ajang dua tahunan itu. Beberapa diantaranya adalah Mohamed Salah (Mesir), Mohamed Elneny (Mesir), Hakim Ziyech (Maroko), Eric Maxim Choupo-Moting (Kamerun), dan Andre Onana (Kamerun).

Kans bintang kembali rontok di 16 besar masih terbuka. Sebab, Riyad Mahrez (Aljazair) baru bertanding dini hari tadi melawan Guinea. Sedangkan Pantai Gading yang diperkuat Franck Kessie dan Wilfried Zaha bakal melawan Mali dini hari nanti.

Untuk Mesir dan Maroko, kegagalan mereka di luar prediksi. Sebab, mereka lolos 16 besar berbekal sapu bersih fase grup. Lebih miris lagi karena Benin dan Afrika Selatan "hanya" bermodal 4 dari 6 peringkat tiga terbaik untuk ke fase knockout.

Melihat sepak terjang kuda hitam Benin dan Afrika Selatan, kedua tim itu bisa membuat semifinal bakal sepi bintang. Sebab, pada perempat final nanti Benin akan melawan Senegal dengan Sadio Mane-nya dan Afrika Selatan bentrok melawan Nigeria yang diperkuat John Obi Mikel dan Alex Iwobi. Dua laga tersebut sama-sama dihelat Kamis (11/7/2019).

''Tentu saja saya ini tanggung jawab saya (Mesir gagal, Red). Meski, secara permainan berimbang dan yang membedakan hanyalah satu gol dari mereka,'' ucap pelatih Mesir Javier Aguirre seperti dilansir BBC. Pelatih asal Meksiko itu langsung dipecat beberapa jam setelah The Pharaohs--julukan Mesir--tersingkir.

 Lebih jauh, status tuan rumah dan sudah terhenti di 16 besar bak aib bagi Mesir. Tidak lama setelah pemecatan Aguirre, presiden EFA (federasi sepak bola Mesir) Hany Abo Rida mengundurkan diri dengan dalih kewajiban moral yang harus diambil.

Selain Aguirre, nasib Clarence Seedorf juga masih fifty-fifty. Meski, eks pelatih AC Milan itu masih yakin bahwa dia bisa bertahan setidaknya hingga kontraknya habis pada 2022 dengan tugas mengantarkan Kamerun lolos ke Piala Afrika 2021 dan Piala Dunia 2022.

 ''Saya menikmati setiap menit bekerja dengan tim ini (Kamerun, Red). Kami akan tetap bersatu bersatu dan tidak akan membuang semua pekerjaan hebat yang telah dilakukan tim dalam beberapa bulan terakhir (sejak jadi pelatih Kamerun per Agustus 2018, Red)," ucap Seedorf. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.