Bola Dunia

Cap Brasil Jago Kandang itu Nyata

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Cap Brasil Jago Kandang itu Nyata - Bola Dunia

Para pemain Brazil mengangkat pelatih Tite setelah memenangkan Copa America 2019. Brasil mengalahkan Peru pada pertandingan final Copa America di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (7/7/2019). Foto: Juan Mabromata / AFP

indopos.co.id – Brasil, Amerika Serikat (AS), dan Meksiko berhasil memenangkan gelar juara kemarin (8/7/2019). Brasil di ajang Copa America 2019. AS di Piala Dunia Wanita 2019. Meksiko menjuarai Gold Cup 2019.

Brasil berhasil menaklukkan Peru dengan skor 3-1 di Estadio do Maracana. Tiga gol Brasil dikontribusikan Everton pada menit ke-15, Gabriel Jesus (45+3'), dan Richarlison (90'-pen). Sedangkan Peru mencetak gol lewat Paolo Guerreiro (44'-pen). Sayangnya Jesus yang mencetak satu gol dan satu assist diusir oleh wasit Roberto Tobar (Cile) pada menit ke-70 karena menerima kartu kuning kedua.

Sedangkan AS menang 2-0 atas Belanda di Parc Olympique Lyonnais, Decines-Charpieu. Gol AS kemarin dilahirkan Megan Rapinoe (61'-pen) dan Rose Lavelle (69'). Titel juara dunia tersebut membuat AS kini mengkoleksi empat gelar dan tim tersukses di Piala Dunia Wanita.

Sayangnya sukses Megan Rapinoe dkk itu tak menular ke Christian Pulisic dkk. Di final Gold Cup, Meksiko menang 1-0 atas AS di Soldier Field, Chicago. Gol kemenangan El Tri dihasilkan Jonathan Dos Santos (73').

Nah, kemenangan Brasil kemarin membuat Canarinho mengangkat trofi turnamen paling bergengsi di kawasan Latin itu untuk kesembilan kalinya. Dari sembilan sukses Brasil di Copa America ini, lima di antaranya dicapai ketika jadi host.

Pelatih Brasil Tite kepada Globo Esporte mengatakan kejayaan Brasil pada Copa America 2019 ini dicapai dengan bersih. Pelatih 58 tahun itu menegaskan kata 'bersih' untuk membalas tudingan bintang Argentina Lionel Messi kalau turnamen ini sudah di-setting dengan tuan rumah tampil sebagai juara.

“Anda seharusnya memiliki lebih banyak sikap respek kepada lawan. Kami memenangi pertandingan dengan jalan yang benar atas Argentina dan kami memang layak menang,” tutur pelatih yang juga meraih titel Copa Libertadores dan Copa Sudamericana itu.

ESPN menulis kemenangan di Copa America ini akan mengamankan posisi Tite setidaknya untuk turnamen mayor berikutnya. Dalam tiga tahun ke depan ada dua kompetisi yang diikuti Brasil. Yakni Copa America 2020 di Argentina-Kolombia. Juga Piala Dunia 2020 Qatar.

Soal opini Messi tentang Konfederasi Sepak Bola Amerika Latin (Conmebol) sebagai sarang korupsi, pelatih Peru Ricardo Gareca kepada El Periodico berkata tudingan Messi itu lemah. “Saya menghormati apapun pendapat Messi soal turnamen ini juga soal Conmebol. Namun ketika tudingan ini menjadi serius maka Messi harus punya bukti,” ucap Gareca.

Di sisi lain, kemenangan AS di Piala Dunia Wanita 2019 ini tak lepas dari sosok Megan Rapinoe. Setelah menyatakan tak akan hadir di Gedung Putih jika menang di turnamen ini, Rapinoe menyebutkan titel keempat buat sepak bola wanita AS ini adalah sesuatu anugrah.

“Tak ada yang perlu dikatakan lagi dengan kemenangan ini. Saya harap kemenangan ini menjadi titik balik tentang apapun mengenai sepak bola wanita,” ucap Rapinoe kepada ESPN. “Baik soal kesetaraan gaji kemudian kemampuan di lapangan,” tambah pemain 34 tahun itu.  Rapinoe pun kemudian diganjar dua penghargaan individu sekaligus di Piala Dunia 2019 ini. Yakni pemain terbaik (Golden Ball) dan top skor (Golden Boot).

Salah satu isu pasca kemenangan As di Piala Dunia Wanita 2019 ini yakni sampai kapankah generasi Rapinoe dkk ini bertahan. Dari 23 nama yang bergabung dalam skuad ini, 12 diantaranya berusia 30 tahun lebih.

Pemain tertua AS Carli Lloyd yang berusia 36 tahun tersebut menolak untuk pensiun pasca kemenangan ini. Lloyd dalam wawancara dengan FOX Sports, fisiknya masih sanggup bertahan sampai empat tahun lagi.

Sementara itu, pelatih Meksiko Gerardo 'Tata' Martino akhirnya pecah telur sebagai pelatih timnas. Setelah tiga edisi Copa America selalu jadi runner-up di final, maka kemenangan bersama Meksiko membuatnya punya titel bersama timnas.

Pada Copa America 2011, Martino yang jadi pelatih Paraguay berhasil masuk final namun di laga puncak kalah oleh Uruguay. Kemudian pada Copa America 2015 dan 2016, Martino yang menangani Messi dkk masuk final. Sayangnya di dua final, Martino kalah oleh Cile. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Argentina harus Pilih Copa America atau Nations League

Bola Dunia / Brasil ke Final Copa America 2019

Bola Dunia / Brasil vs Argentina, Duel Messi dengan Alison

Bola Dunia / El Clasico Amerika Latin Brasil vs Argentina

/ Momentum Pengganti Bagi Dani Alves


Baca Juga !.