Raket

Meski Fokus Karir Tenis Profesional, Cori “Coco’ Gauff Tetap Ingin Selesaikan Sekolah

Redaktur: Heryanto
Meski Fokus Karir Tenis Profesional, Cori “Coco’ Gauff Tetap Ingin Selesaikan Sekolah - Raket

Cori “Coco’ Gauff di pertandingan babak awal Wimbledon. Foto: Internet

indopos.co.id - Cori "Coco" Gauff yang tersingkir pada babak keempat Wimbledon setelah menyerah 3-6, 3-6 dari Simona Halep mengaku tetap ingin menyelesaikan sekolah walaupun dia tak bisa menyembunyikan fokus pada karir tenis profesionalnya. Bahkan, kalau perlu Coco menyelesaikan sekolahnya yang masih di bangku SMA itu, secara online.

“Aku tetap ingin melanjutkan sampai kuliah. Sudah semacam syarat dari orang tuaku. Sudah pasti aku akan terus bermain profesional. Aku jelas akan mengambil bimbingan online,” kata Coco dikutip AFP.

Coco mendapatkan perhatian besar dari figur-figur terkenal seperti ibunda penyanyi Beyonce dan perancang busana Tina Knowles, sampai mantan Ibu Negara Michelle Obama. Coco sendiri mengaku para role model-nya di dalam dan di luar lapangan tenis semuanya adalah wanita.

"Beyonce, Rihanna, Michelle Obama. Banyak pokoknya. Aku memang lebih memandang wanita karena aku punya banyak role-model (wanita) di dalam dan luar lapangan. Aku bisa bilang role-model di luar lapangan telah banyak membentuk kepribadianku, sedangkan role-model di dalam lapangan telah membentuk permainan tenisku,” ujar Cori.

Coco mengaku kaget Michelle Obama memposting pesan mengenai dirinya di Instagram. “Dia (Michelle Obama) sudah semacam role model. Aku kaget sekali. Aku tak mengira mendapat postingan Michelle. Sejumlah selebritis yang mencuit kepadaku, aku bahkan tak tahu mereka mengikuti tenis,” puji petenis muda.

Coco juga sangat terkesan oleh dukungan besar penonton Wimbledon kepada dia. "Aku benar-benar merasa seakan tampil bermain di New York," tutup dia.

Sebelumnya, Cori tersingkir pada babak keempat Wimbledon setelah menyerah 3-6, 3-6 dari petenis unggulan Simona Halep. Coco juga sangat terkesan oleh dukungan besar penonton Wimbledon kepada dia. "Aku benar-benar merasa seakan tampil bermain di New York," tutupnya.

Petenis remaja sensasional ini berharap para fans Wimbledon tahu bahwa dia adalah petarung dan tidak pernah menyerah. Asa gadis berusia 15 tahun untuk lolos ke perempat final kandas setelah dikalahkan Simona Halep 3-6, 3-6, pada babak 16 besar.

Tetapi dia tetap menjadi sorotan media. Dia juga akan naik peringkat dari saat ini peringkat 313 dunia, selain punya potensi besar untuk menjuarai turnamen Grand Slam pada masa mendatang. Walaupun kalah dan tersingkirkan, Gauff tetap memancarkan letupan semangat. "Aku harap mereka (penonton dan lawan-lawannya) tahu bahwa aku adalah petarung," kata dia seperti dikutip AFP. "Saya tidak akan menyerah."

Gauff yang mengaku "bebal dan aneh" itu berharap menjadi teladan untuk banyak orang yang memimpikan berjaya di tenis. "Aku harap mereka belajar dari aku bahwa semuanya mungkin jika kamu bekerja keras, teruskan saja memimpikan hal besar," kata dia.

"Artinya, seperti sudah aku katakan, jika orang bilang padaku hal ini mungkin tiga pekan lalu, aku mungkin tak akan percaya. Tetapi aku kira mencurahkan diri ke pekerjaan sungguh menaikkan kepercayaan diriku karena aku tahu betapa keras aku bekerja dan aku tahu pukulan apa yang bisa aku lepaskan dan mana yang mungkin,” paparnya.


Gauff yang tak mau mengkambinghitamkan kekalahannya dari Halep kepada kelelahan akibat bertarung pada tujuh pertandingan sebelum dihentikan Halep, menyebut perjalanannya telah amat luar biasa. "Menurutku keren. Maksudku, aku sudah tersisih pada babak kedua kualifikasi di Paris (pada French Open)," kata dia.

Tapi sekarang dia bertahan sampai pekan kedua. “Aku super bangga kepada diriku sendiri. Aku senang menyaksikan apa yang akan aku lakukan pada US Open dan beberapa turnamen setelah ini nanti." (ant)

 

 

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.