Internasional

Pangkas Peraturan Iklim, Dalam Pidato Trump Masih Banggakan Catatan Lingkungannya

Redaktur: Heryanto
Pangkas Peraturan Iklim, Dalam Pidato Trump Masih Banggakan Catatan Lingkungannya - Internasional

Donald Trump saat berbicara tentang lingkungan di Gedung Putih.

indopos.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, dirinya telah menjadikan Amerika sebagai pemimpin dalam hal lingkungan. Meskipun ia telah mengeluarkan puluhan aturan yang dimaksudkan untuk menjamin udara dan air bersih.

Namun itu  membatalkan setiap upaya besar AS untuk membendung krisis iklim. “Melindungi keindahan alam Amerika yang luar biasa adalah kewajiban bersama yang menyatukan kita hari ini,” kata Trump dalam sambutan yang disampaikan di Gedung Putih Senin (9/7/2019) waktu setempat.

Trump mengklaim lingkungan telah menjadi prioritas utama sejak ia memulai pemerintahannya. “Kami ingi udara paling bersih. Kami ingin air sebersih kristal. Dan itulah yang kami lakukan. Itulah yang kami kerjakan dengan sangat keras,” ujar presiden yang berlatar belakang pengusaha.

Meskipun tidak pernah menyebutkan tentang perubahan iklim, Trump mengatakan AS telah mengurangi emisi penjebak panas jauh lebih banyak dari negara lain. Pernyataan itu memang benar. Namun AS tetap menjadi negara penghasil emisi terbesar dan berkontribusi pada krisis.

“Negara ini juga mengalami polusi iklim dibanding tahun lalu, dan analisis terbaru menemukan bahwa kenaikan tersebut jauh tertinggal dalam memenuhi tujuan iklim yang pernah dijanjikan negara lain,” ujarnya.

Pidato tersebut dapat dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran orang Amerika bahwa pemerintahannya mengabaikan krisis iklim. Jajak pendapat menunjukkan mayoritas pemilih tidak menyetujui penanganannya terhadap masalah ini dan Demokrat yang bersaing untuk pencalonan presiden telah mengajukan proposal untuk mengurangi polusi.

AS adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak akan mendukung perjanjian global untuk membatasi pencemaran panas yang menurut para ahli sudah berhubungan dengan bencana mingguan.

Trump secara rutin mengklaim AS memiliki udara dan air terbersih di dunia. Sebuah analisis dari universitas Yale dan Columbia menempatkan AS pada peringkat ke 27 untuk kinerja lingkungan secara keseluruhan. Namun, analisis itu menempatkan AS pada peringkat pertama untuk air minum.

Amerika telah mengalami penurunan polusi yang signifikan sejak tahun 1970an, tetapi para kritikus mengatakan presiden meremehkan undang-undang yang telah memberikan kemajuan dalam hal penurunan polusi itu.

Sebuah studi dari Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa polusi udara telah membunuh 200.000 orang Amerika setiap tahun, lebih banyak daripada mereka yang meninggal karena kecelakaan mobil atau kekerasan senjata.

Bulan lalu, pemerintahan Trump telah membatalkan aturan administrasi Obama untuk membatasi karbon dioksida yang memerangkap panas dan polutan lainnya dari pabrik batubara dan memberikan keringanan polusi untuk memungkinkan penjualan bensin sepanjang tahun dengan lebih banyak etanol.

Trump berargumen bahwa pemerintahan Obama telah membiarkan negara-negara yang tercemar lolos dan menyebabkan harga bensin dan listrik lebih tinggi akibat upaya iklimnya. “Kami melakukan pekerjaan yang sangat sulit dan tidak semua orang mengetahuinya,” kata Trump.

Ia menggembar-gemborkan upaya untuk membersihkan puing-puing laut dan situs limbah berbahaya. “Kami melihat kemajuan iklim. Kami memang melakukan perlindungan untuk menjaga udara dan air bersih, tetapi itu bukan atas upaya pemerintahannya,” kata Jill Tauber, wakil presiden litigasi iklim di Earthjustice, pada Guardian.

Menurut jajak pendapat Washington Post-ABC News baru-baru ini, 62 persen orang Amerika tidak setuju dengan penanganan krisis iklim Trump. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.