Daerah

BBM Satu Harga Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Perbatasan

Redaktur: Jakfar Shodik
BBM Satu Harga Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Perbatasan - Daerah

DISTRIBUSI-Salah satu SPBU yang dioperasikan untuk pendistribusian BBM di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.BPH MIGAS

indopos.co.id - Pemerintah pusat merealisasikan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga pada sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dengan adanya program tersebut, telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengapresiasi, pemerintah pusat merealisasikan janjinya demi kesejahteraan masyarakat di garda depan NKRI atau wilayah perbatasan negara atau terpencil, terluar dan tertinggal.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah pusat atas realisasi BBM satu harga ini karena benar-benar telah meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah perbatasan ini," ujarnya di kediaman pribadinya, Selasa (9/7/2019).

Ia menjelaskan, sebelum adanya program BBM satu harga ini masyarakat di wilayah perbatasan sangat kesulitan mendapatkan bahan bakar. Sehingga solusinya dengan cara mendatangkan dari negeri tetangga Malaysia yang dianggap aksesnya lebih mudah dan dekat. Khusus di Kecamatan Krayan yang berbatasan Negeri Sarawak Malaysia ini, harga BBM sebelumnya mencapai Rp30.000 per liter. Itu pun didatangkan dari negara tetangga karena sulitnya mendapatkan BBM produksi negara sendiri.

Saat ini, BBM produk dalam negeri diangkut menggunakan pesawat khusus menuju Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan. Setelah program BBM satu harga ini pemerintah pusat membangun agen premium, minyak dan solar (APMS) di Long Bawan Kecamatan Krayan dan Long Layu di Kecamatan Krayan Selatan ditambah satu unit lagi di Kecamatan Sebatik Utara, serta Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Seimenggaris.

Berkat program pemerintah pusat ini, harga BBM satu harga benar-benar diterapkan. Sehingga kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat mulai terpenuhi meskipun memang diakui belum maksimal. Tetapi setidaknya, kesulitan yang dialami selama ini secara bertahap mulai dinikmati bersama.

Sehubungan dengan program ini, maka perekonomian masyarakat secara perlahan mengalami perubahan disebabkan terpenuhinya kebutuhan untuk angkutan darat maupun laut guna mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan miliknya.

"Masyarakat wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan benar-benar telah menikmati program BBM satu harga ini. Selain barangnya ada juga harganya sangat terjangkau semua kalangan," beber Laura. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.