Internasional

Air Laut Berpotensi Naik Setengah Meter

Redaktur: Darul Fatah
Air Laut Berpotensi Naik Setengah Meter - Internasional

Penampakan atas dari gletser Thwaites, yang menunjukkan pertumbuhan celah antara es dan batuan dasar.

indopos.co.id - Antartika menghadapi titik kritis di mana pencairan gletser akan semakin cepat dan permanen. Meskipun pemanasan global telah mereda.

Sebuah studi yang didanai NASA menemukan adanya ketidakstabilan di gletser Thwaites. Hal itu berarti akan ada titik yang sulit untuk menghentikannya mengalir ke laut. Sehingga dan memicu kenaikan permukaan laut setinggi 50 cm.

Gletser Antartika lainnya cenderung tidak stabil.

Penelitian terbaru menemukan tingkat kehilangan es dari lima gletser Antartika telah membesar hingga dua kali lipat dalam enam tahun dan lima kali lebih cepat daripada pada 1990-an. Es yang mencair telah menyebar dari pantai ke bagian dalam benua dengan ketebalan lebih dari 100 meter di beberapa lokasi.

Gletser Thwaites  merupakan bagian dari lapisan es di Antartika Barat. Diyakini menimbulkan risiko terbesar bagi kenaikan permukaan laut yang cepat di masa depan. Penelitian terbaru dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences menemukan, kemungkinan ketidakstabilan terkait dengan mundurnya garis pembumiannya di dasar laut yang akan mengarah pada pelepasan es lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Alex Robel, asisten profesor di Institut Teknologi Georgia, Amerika Serikat, dan pemimpin penelitian tersebut mengatakan, ketidakstabilan itu masih akan terjadi. Bahkan jika suhu berhenti naik, di mana lapisan es bisa hilang dalam waktu 150 tahun. “Ini akan terus berjalan dengan sendirinya dan itulah yang dikhawatirkan,” kata dia.

Simulasi permodelan menunjukkan kehilangan es secara luas akan dimulai dalam 600 tahun. Namun, para peneliti mengatakan, itu bisa terjadi lebih capat, tergantung pada laju pemanasan dan sifat ketidakstabilan itu sendiri.
 
“Itu bisa terjadi dalam 200 hingga 600 tahun mendatang. Itu tergantung pada topografi batuan dasar di bawah es, dan kami belum mengetahuinya dengan sangat rinci,” kata Helene Seroussi, seorang ilmuwan laboratorium penggerak jet di NASA, seperti dilansir the Guardian.

Antartika memiliki es darat yang hampir delapan kali lebih banyak daripada Greenland dan 50 kali lebih banyak daripada gabungan semua gletser gunung. Gletser Thwaites sendiri mengandung es yang cukup untuk meningkatkan permukaan laut global sekitar 50 cm.

Kenaikan permukaan laut yang terkait dengan pemanasan, berhubungan dengan peningkatan banjir pesisir dan gelombang badai.

Para peneliti mengatakan tidak mungkin memberikan perkiraan tepat tentang berapa banyak es yang akan ditumpahkan oleh gletser dalam 50 hingga 800 tahun mendatang karena fluktuasi iklim yang tidak dapat diprediksi dan keterbatasan data.

Namun, 500 simulasi skenario berbeda menunjukkan adanya kehilangan stabilitas. Ini membuat kemungkinan skenario dampak terburuk semakin jelas dan meningkatkan ketidakpastian tentang kenaikan permukaan laut di masa depan.

Hilangnya lapisan es di Antartika Barat diperkirakan akan meningkatkan permukaan laut global sekitar lima meter, menyebabkan tenggelamnya kota-kota pantai di seluruh dunia.

Sebuah studi lain, pekan lalu, dalam jurnal yang sama menemukan hamparan es laut di sekitar Antartika telah mengalami penurunan terjal sejak 2014. Data satelit menunjukkan Antartika kehilangan es laut dalam empat tahun sebagaimana Arktik kehilangan es dalam 34 tahun.

Tidak seperti pencairan lapisan es di darat, pencairan es laut tidak membuat permukaan laut naik. Tetapi hilangnya es putih yang reflektif menyebabkan lebih banyak panas matahari diserap di lautan dan meningkatkan laju pemanasan.

Es laut Antartika secara bertahap meningkat dalam pengukuran selama 40 tahun dan mencapai rekor maksimum pada tahun 2014, sebelum jatuh dengan menyolok. Penyebab perputaran tiba-tiba masih belum diketahui. (fay)

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.