Sidang MK, Caleg Berkarya Ungkap Dugaan Pencurian Suara di Internal

indopos.co.id – Caleg no urut 8 Partai Berkarya untuk kursi DPRD Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan atas nama Nurhidayah mempersoalkan dugaan pemindahan suara di internal partai. Nurhidayah diwakili oleh kuasa hukumnya Eko Perdana Putra menyebutkan, seharusnya pemohon mendapat 951 suara berdasar formulir C1 yang dimiliki. Namun, KPU setempat menetapkan suaranya sebesar 942. “Jadi terdapat selisih sembilan suara Yang Mulia,” ujar Eko dalam persidangan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Eko juga menyatakan, adanya kesalahan KPU sebagai termohon dalam proses rekapitulasi dalam memasukkan hasil perolehan suara. Di TPS 02 Desa Pitue, terdapat penambahan suara untuk caleg no urut 1 sebanyak 2 suara, caleg no urut 3 sebanyak 2 suara, dan caleg no urut 7 sebanyak 1 suara. “Selain itu, terdapat pengurangan suara bagi pemohon, seperti terjadi di TPS 12 Kelurahan Attang Salo. Termohon menetapkan suara pemohon hanya dua suara, padahal berdasar C1 milik pemohon, suara yang didapat seharusnya adalah sebesar delapan suara,” ungkap dia.

Dugaan pemindahan suara pemohon ke suara partai juga dikatakan Eko terjadi di TPS 07 Desa Tamangapa. Dalam kasus ini, Eko mengatakan, pemohon seharusnya mendapat enam suara, namun dikurangi tiga suara lalu tiga suara tersebut dimasukkan dalam suara partai. “Atas dasar ini, kami meminta MK membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor” 978/PL.01.8.-Kpt/06/KPU/V/2019 serta menetapkan pemohon mendapat 951 suara,” pungkas Eko membacakan petitum permohonan.(ant)

Komentar telah ditutup.