Said Aqil Siroj Tergiur Kursi Menteri, Yenny Ingatkan NU untuk Tidak Terjebak Retorika

Redaktur: Riznal Faisal
Said Aqil Siroj Tergiur Kursi Menteri, Yenny Ingatkan NU untuk Tidak Terjebak Retorika -

Yenny Wahid

indopos.co.id - Tak hanya partai politik, Nahdlatul Ulama (NU) ternyata juga tergiur kursi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan, siap mengirim kader terbaiknya jika Presiden Jokowi menunjuk orang NU menjadi menteri di Kabinet Indonesia Kerja jilid II.

Said mengatakan, kader terbaik NU siap ditempatkan di kementerian mana saja.

"Kita kalau diminta ya siap, berapa saja yang dibutuhkan. Insya Allah ada semua," kata Said Aqil di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Dia menuturkan, kader NU tidak harus di Kementerian Agama. "Apa saja, tidak hanya agama. Insya Allah kami banyak, walaupun kita terus terang saja tidak ngoyo," tegasnya.

Pernyataan ini membuat putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid bereaksi. Selaku kader NU, dia mengimbau petinggi NU tidak terjebak pada retorika yang seolah-olah menampilkan NU menuntut kursi kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Saya imbau petinggi NU supaya tidak terjebak retorika seolah-olah kita menuntut kursi kabinet atau sebagainya. Peran yang harus dijalankan NU adalah peran sinergi dengan pemerintah, memberi masukan konstruktif ketika ada kritik," kata Yenny.

Menuru dia, NU harus dapat bekerja sama dan pada saat yang sama menjaga jarak yang sehat di setiap era pemerintahan. Yenny pun mengingatkan, Khittah NU, yang salah satunya menyepakati NU tidak terlibat politik praktis. Khittah itu merujuk pada Khittah NU tahun 1926 yang kemudian ditegaskan kembali pada Khittah NU tahun 1984.

Namun, Yenny tak memungkiri ada harapan dari warga NU agar pemerintah menyerah aspirasi mereka. "Tapi, tidak kemudian dengan cara bagi-bagi kursi, menuntut kursi seperti itu," tutur Direktur Wahid Foundation itu.

Wacana jatah kursi menteri untuk NU sempat diutarakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Kadir Karding, pekan lalu. Karding mengatakan, jatah menteri buat partainya di kabinet Jokowi-Ma'ruf akan berbeda dengan jatah menteri yang diberikan kepada NU.

Karding beralasan PKB dan NU sama-sama bekerja memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. "Saya kira beda (jatah menteri untuk PKB dan NU, Red)-ya. Kalau ada jatah-jatah pasti beda, karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja. Jadi beda," kata Karding kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (5/7/2019). (aen)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / NU Belum Pasti Bulat ke Jokowi-Ma'ruf

Headline / Yenny ke Jokowi, Kubu Prabowo Tetap Optimistis

Politik / Yenny Dapat Posisi Strategis di Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin

Politik / Ini Alasan Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Politik / Yenny dan Jaringan Gusdurian Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin

Nasional / Yenny Wahid : Kami kenal Kiai Ma'ruf Paling Lama


Baca Juga !.