Lifestyle

Dijemput Paksa di Hotel, Galih Ngajak penyidik Kucing-Kucingan

Redaktur: Achmad Sukarno
Dijemput Paksa di Hotel, Galih Ngajak penyidik Kucing-Kucingan - Lifestyle

Galih Ginanjar, saat memenuhi panggilan atas kasus pencemaran nama baik dengan kata-kata ‘ikan asin’ di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/7/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

indopos.co.id – Artis Galih Ginandjar diamankan penyidik Polda Metro Jaya di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Ini Setelah penyidik tak menemukan galih dikediamannya.

Dalam proses penjemputan itu, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (Direskrimsus Polda Metro Jaya), membutuhkan waktu tidak sebentar.

Penyidik membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menjemput mantan suami Fairuz A Rafiq tersebut.

"Penyidik datang sekitar pukul 02:00 WIB, namun saat ditanyakan, dibilang Galih sedang cari makan di luar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/7/2019)

Setelah menunggu cukup lama, tambah Argo, akhirnya petugas memutuskan untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 04:00 WIB.

"Ternyata dia ada di dalam kamarnya, di situ kita jemput dibawa ke Polda," ucap Argo.

Galih Ginanjar sendiri, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka bersama pasangan YouTuber Pablo Benua dan Rey Utami dalam kasus pencemaran nama baik dengan kata-kata "ikan asin" yang dilaporkan oleh Fairuz A Rafiq.

"Adapun istri Galih, Barbie Kumalasari, statusnya masih saksi, belum terlihat ada keterlibatan," ucap Argo.

Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, ketiga orang tersebut belum dilakukan penahanan karena masih menunggu 1x24 jam.

Kasus tersebut mencuat setelah Galih Ginanjar mengumpamakan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq dengan ikan asin.

Hal itu diungkap Galih saat diwawancarai oleh Rey Utami yang diunggah melalui video akun youtube "Rey Utami & Benua".

Pernyataan itu membuat Fairuz tersinggung dan sakit hati, kemudian melaporkan Galih Ginanjar dan juga pasangan Rey Utami-Pablo Benua sebagai pemilik akun YouTube Rey Utami & Benua ke Polda Metro Jaya.

"Belajar dari kasus itu, masyarakat yang hobi membuat vlog, harus menjunjung etika, kira-kira apa sih yang bisa ditampilkan, harusnya kan berisi edukasi ataupun konten yang lain yang dilarang undang-undang," ucap Argo (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Megapolitan / Diduga Money Politics, Caleg Gerindra Dicari Polisi

Nasional / Ini Cara Kemenpora Cetak Generasi Muda Bebas Narkoba

Daerah / IPB Targetkan Muba Jadi SPR Percontohan di Indonesia

Nasional / DPR Tanya Pelindo soal Nasib Karyawan PT JAI


Baca Juga !.