Bola Dunia

Juve Andalakan Servis Miralem Pjanic

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Juve Andalakan Servis Miralem Pjanic - Bola Dunia

Gelandang Juventus Miralem Pjanic. Foto: Isabella Bonotto / AFP

indopos.co.id - Era Juventus bersama allenatore anyar Maurizio Sarri dimulai. Rabu (11/7/2019) Sarri sudah mulai memimpin latihan di JTC Continassa. Para pemain-pemain anyarnya seperti Gianluigi Buffon lalu Adrien Rabiot berbaur dengan muka lama seperti Giorgio Chiellini, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, dan Emre Can.

Dalam video yang diunggah kanal resmi Bianconeri terlihat Sarri menggeber latihan dengan bola. Kemudian rondo juga dilakukan oleh Chiellini dkk. Dan seusai latihan perdana tak ada pernyataan resmi dari Sarri atau para pemain.

Sarri memiliki waktu sekitar sepuluh hari sebelum laga ujicoba pertamanya melawan finalis Liga Champions Tottenham Hotspurs di turnamen pramusim International Champions Cup (ICC). Juventus versus Spurs dijadwalkan berlangsung di National Stadium, Singapura 21 Juli mendatang.

Squawka menulis kalau dalam tiga musim kontrak Sarri di Juventus diperkirakan formasi 4-3-3 akan tetap menjadi andalannya. Kalaupun ada pergeseran maka yang diutak-atik adalah lini depan. Menjadi 4-3-1-2.

Squawka menjagokan nama trio lini tengah Juventus yang jadi langganan starting XI musim mendatang adalah Aaron Ramsey, Miralem Pjanic atau Adrien Rabiot, dan Blaise Matuidi. Nama-nama langganan musim lalu seperti Rodrigo Bentacur atau Emre Can harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya. 

Nah, di dua klub terakhirnya yakni Napoli dan Chelsea, Sarri dikenal dengan filosofi Sarriball. Yakni memainkan bola selama mungkin, mendikte lawan, dan melakukan pressing tinggi di area lawan.

Salah satu pemain kunci baik di Napoli juga Chelsea adalah Jorginho. Pemain 27 tahun itu memainkan posisi vital sebagai metronom tim yang menggulirkan serta mendistribusi bola. Selain itu, Jorginho juga jadi 'benteng' di depan para pemain.

Saat hijrah ke Chelsea musim panas 2018-2019 lalu, Sarri tak lupa memboyong pemain kesayangannya itu ke Stamford Bridge. Namun musim berikutnya saat kembali ke Juventus, pelatih  60 tahun itu tak membawa Jorginho ikut serta.

Kalau ada yang bertanya mengapa Jorginho tak dibawa maka jawabnya mudah. Juventus memiliki pemain yang mumpuni untuk menjadi 'Jorginho'. Pemain yang dimaksud tersebut adalah Miralem Pjanic.

Dari statistik Whoscored musim lalu, Pjanic memiliki akurasi umpan mencapai 92,1 persen di Serie A. Dibandingkan Jorginho, maka gelandang Bosnia Herzegovina itu lebih apik. Tingkat akurasi umpannya musim lalu di Premier League ada di angka 89,3 persen.

Pemain gratisan yang didapatkan Juventus untuk lini tengah, yakni Ramsey dan Rabiot,  sama-sama punya kemampuan passing ciamik. Ramsey ada di angka 82 persen. Sedangkan Rabiot lebih tinggi lagi yakni mencapai 93,1 persen.

Cuma kemampuan Rabiot di timnya musim lalu, Paris Saint-Germain, hanya berguna separo musim. Penolakan Rabiot memperpanjang kontrak plus sikap menolak tunduk kepada entraineur Thomas Tuchel membuat pemain 24 tahun itu menepi separo musim. 

Kemudian di lini belakang, jika transfer Mathijs de Ligt terealisasi maka baik Chiellini atau Leonardo Bonucci akan memiliki pesaing serius. Kombinasi Chiellini dan Bonucci saja sudah mengantarkan Juventus tim paling susah dijebol dan lini pertahanan terbaik di domestik.

Kalau De Ligt batal merapat maka jangan lupakan sosok pemain muda Daniele Rugani. Rugani adalah anak Sarri di klub sebelum Napoli dan Chelsea. Yakni Empoli. Datangnya Sarri membuat Rugani berpeluang jadi starter.

Di lini depan, Sarri memiliki pemain yang menjadi idaman semua pelatih. Sosok Cristiano Ronaldo merupakan mesin gol yang belum melambat. Walau musim lalu mencetak 28 gol, namun capaian itu jelas di bawah standar Ronaldo yang bisa mencetak 50 gol atau lebih ketika bersama Real Madrid.

“Dalam periode saya di Chelsea terdapat banyak pemain kelas dunia akan tetapi bersama Ronaldo, dia adalah yang terbaik di dunia. Dia memegang banyak rekor namun saya akan senang membantunya memecahkan beberapa rekor lainnya,” tutur Sarri seperti dikutip ESPN.

Kebiasaan Sarri yang tak pernah memakai pemain nomor sembilan murni membuat Ronaldo akan menempati posisi wide attacker kiri. Sebagai nomor sembilan palsu, sosok Paulo Dybala juga bisa dipakai.

Yang membuat agak ruwet adalah kedatangan kembali Gonzalo Higuain. Higuain juga bisa dianggap anak Sarri. Sebab pada paro musim lalu, ketika Chelsea meminjam Higuain dari Juventus adalah karena rekomendasi Sarri.

“Saya tak bicara dengan Gonzalo (Higuain) sejak final Liga Europa yang lalu. Tapi dia merupakan pemain dengan kerja keras yang tinggi dan berpengalaman di lini depan,” tutur pelatih yang baru meraih satu trofi dalam tiga dekade kepelatihannya itu. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Italia Ladang Bisnis Baru Pemain

Bola Dunia / Tinggalkan Chelsea, Sarri Latih Juventus

Bola Dunia / Gabung Juventus, Aaron Ramsey Pakai Nomor Punggung 10

Bola Dunia / Ambisi Juventus Ingin Datangkan Pep


Baca Juga !.