Raket

Tak Perlu Menang karena Tuan Rumah, Tapi Jojo/Ginting Harus maksimal

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Tak Perlu Menang karena Tuan Rumah, Tapi Jojo/Ginting Harus maksimal - Raket

indopos.co.id - Pelatih tunggal putra, Hendry Saputra tidak menuntut Jonatan Christie untuk menghadirkan kejutan di Indonesia Open 2019. Dia hanya ingin anak asuhnya tersebut bisa tampil maksimal di turnamen dengan total hadiah lebih dari Rp 17 miliar tersebut.

“Saya tidak mengharapkan dia (Jonatan) masuk final bisa juara dengan (status) tuan rumah. Dia semestinya main lebih bagus dan maksimal. Jika itu bisa dilewati, permainan bisa dikuasai, maka hasil tentu lebih baik,” kata Hendry dihubungi, kemarin.

“Untuk itu di sini kami uji konsistensinya. Jika bisa konsisten dari segi mental, daya juang, teknik bermain, dan cara bermain saya rasa hasilnya lebih banyak,” katanya.

Selain itu, Hendry juga tidak memberikan persiapan khusus bagi anak asuhnya untuk tampil di Indonesia Open 2019. Dia hanya meminta Jojo dan Anthony Sinisuka Ginting untuk bermain lebih ulet di atas lapangan.

“Saya cuma kasih tips supaya bermain lebih ulet, tidak gampang mati dan dimatikan. Setelah itu, baru lihat kesempatan apa yang bisa dihasilkan,” kata Hendry.

Jojo akan lebih dulu menghadapi Rasmus Gemke pada babak pertama Indonesia Open 2019. Pertandingan nanti akan menjadi pertemuan kedua Jojo dengan tunggal putra peringkat 26 dunia tersebut.

Pertemuan pertama keduanya berlangsung pada ajang Indonesia Master 2019, Januari silam. Saat itu, Gemke harus mundur dari turnamen lantaran mengalami cedera.

Indonesia Open 2019 sendiri akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada 16-21 Juli mendatang. Turnamen berlabel Super 1000 ini menjadi penghitungan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo. 

Hendry menambahkan  bahwa sektor tunggal putra terus mematangkan persiapan jelang tampil di turnamen Indonesia Open 2019. 

Hendry mulai memantapkan bagaimana head-to-head anak asuhnya dengan pemain tunggal putra dari negara lain.

“Semua pemain di setiap sektor tentu mengharapkan hasil terbaik. Kita harus melihat ke sana,” kata Hendry. 

“Jadi satu minggu ini kita memantapkan persiapan sambil memperhatikan akan bertemu siapa dan harus bagaimana. Tinggal uji permainan lagi untuk bisa maksimal dan konsisten,” katanya. 

Namun Hendry juga menyimpan satu kekhawatiran yang menyelimuti anak asuhnya satu minggu jelang tampil di Indonesia Open 2019. Dia merasa khawatir anak asuhnya mengalami cedera atau sakit sehingga harus absen membela Indonesia.

“Fisik sejauh ini tidak ada masalah. Semua di atas 80 persen. Tapi saya harus tetap menjaga jangan sampai mengalami cedera, terkena flu, batuk, atau cedera papun yang tidak kita harapkan,” ujar Hendry.

Selain itu Hendry juga menargetkan anak asuhnya bisa mencapai babak semifinal di Indonesia Open 2019. Meski dia mengakui tidak mudah untuk bisa merebut tiket empat besar di turnamen dengan total hadiah lebih dari Rp17 miliar tersebut.

Namun dia yakin atletnya mampu lolos ke babak empat besar. Pasalnya atlet-atlet yang berlaga di Indonesia Open 2019 sudah sering bertemu di turnamen lainnya.

“Pemain Indonesia Open itu-itu saja tak ada yang berbeda. Nilai poinnya saja lebih tinggi karena tuan rumah tuntutan lebih besar. Yang penting siap saja,” paparnya. (bam)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.