Headline

Pengacara Ungkap Perkara Baiq Nuril Awalnya Disepelekan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Pengacara Ungkap Perkara Baiq Nuril Awalnya Disepelekan - Headline

PERJUANGAN- Joko Jumadi (kiri) mendampingi kliennya, Baiq Nuril (kanan) dalam kunjungan ke Redaksi INDOPOS, Jakarta. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

indopos.co.id - Pengacara Baiq Nuril, Joko Jumadi menceritakan awal perkara yang menjerat kliennya. Perkara yang terjadi pada 2013 menjadi perbincangan publik pada 2017.

Baiq Nuril Maknun, perempuan mantan guru honorarium di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dihukum penjara selama enam bulan oleh majelis Mahkamah Agung (MA). Nuril dihukum justru karena merekam percakapan mesum eks kepala sekolah yang menggodanya di tempat bekerja, yakni Muslim.

Setelah kasus itu mencuat, Muslim dimutasi dan menjadi pejabat di Dinas Pendidikan Kota Mataram. Namun kemudian Baiq Nuril dilaporkan Muslim ke polisi atas tuduhan mentransmisikan rekaman elektronik berisi konten pornografi.

”Baiq Nuril ditahan pada 27 Maret 2017,” ungkap Joko yang mendampingi Baiq Nuril dalam kunjungan ke Redaksi INDOPOS, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Turut hadir pula Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka dan Aziz Fauzi yang juga sebagai pengacara Nuril.

Joko melanjutkan, ketika dipenjara pihaknya berusaha memberikan bantuan hukum dengan menemuai suaminya. Ternyata suaminya Nuril dalam keadaan putus asa. Lantaran suami Nuril banyak mendatangi sejumlah kantor pengacara tetapi tidak didampingi karena tidak ada biaya.

”Bahkan pihak keluarga sebagian besar menyalahkan Nuril. Hanya suaminya saja yang percaya Nuril tidak bersalah, sedangkan keluarga yang lain seperti paman-pamannya menyalahkan.” Pungkasnya. Joko mengaku walnya merasa heran dengan perkara tersebut bisa masuk ke ranah hukum. ”Dalam benak kami kasus begini kok bisa masuk (perkara hukum). Kami berfikir pasti pekara ini disepelekan karena perkara kecil,” ujarnya.

Berangkat dari sana Joko dan Azis berkomitmen untuk mendampingi perkara Nuril. Dengan berkunjung ke lapas tempatNuril ditahan, kuasa hukum meminta agar kliennya bersabar hingga perkara masuk ke pengadilan.

Hingga dalam sidang pertama Joko semakin yakin jika perkara yang menjerat Nuril tersebut disepelekan. Itu terlihat dari berkas dakwaan hanya dua lembar dan hanya ada satu jaksa penuntut umum (JPU). Baru setlah pihakhya mulai gencar melakukan advokasi. Sementara pihak jaksa juga mulai bertambah dalam sidang-sidang berikutnya.

”Perkara dari 2013, Pada 2017 baru  P21 dan. Dakwaan dua lembar tetapi penyidikannya dua tahun,” sebut Joko memberikan kritikan. Hingga pada Juni 2017 Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram menjatuhkan vonis bebas pada perkara Nurli. ”Kami yakin tidak ada masalah lagi. Hingga sampai September 2018 kami mendengar kabar bahwa kasasi dari jaksa diterima oleh Mahkamah Agung,” paparnya.

Lalu pihaknya mengajukan peninjuan kembali (PK) pada Januari 2019. Dan pada 4 Juli 2019 MA menyatakan menolak PK itu. Dengan begitu kasus Nuril kembali pada dakwaan awal yakni pidana enam bulan penjara plus Rp 500 juta subider 3 bulan. ”Sebenarnya pada pengadilan tingkap pertama hakimnya sangat bagus. Karena hakim menilai dari sisi perbuatan Baiq Nuril tidak terbukti memenuhi pasal 27 ayat 1 (UU ITE). Baik dari sisi mentransmisi, mendistribusi, maupun mendapatkan akses yang memuat pelanggaran kesusilaan).

Begitu pula hakim PN Mataram mempertimbangkan alat bukti berupa rekaman tidak dijamin keaslian atau keutuhannya. Sehingga hakim mehyatakan alat bukti tidak sah. ”Sementara di putusan kasasi (MA) terus terang kami kecewa karena sama sekali tidak menjelaskan sebuah putusan mahkamah yang agung. Perbuatan mana sih yang terbukti mentransmisikan , mendistribusikan, atau dapat diaksesnya itu tidak jelas disebut dalam putusan,” bebernya.(dni)  

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Megapolitan / Diduga Money Politics, Caleg Gerindra Dicari Polisi

Nasional / Ini Cara Kemenpora Cetak Generasi Muda Bebas Narkoba

Daerah / IPB Targetkan Muba Jadi SPR Percontohan di Indonesia

Nasional / DPR Tanya Pelindo soal Nasib Karyawan PT JAI


Baca Juga !.