Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi - Nasional

GOYANG-Ilustrasi kapal dihantam gelombang tinggi.FOTO:IST

indopos.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat  mewaspadai potensi gelombang tinggi 1,25 meter hingga 4 meter.  Gelombang tinggi tersebut berpeluang menyambangi sejumlah perairan Indonesia, pada 12 sampai 15 Juli 2019.

"Peningkatan gelombang tinggi terjadi disebabkan oleh sirkulasi udara di Perairan Kep. Nias - Kep. Mentawai. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 4 - 25 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur – Selatan dengan kecepatan 4 - 25 knot," terang BMKG Jumat (12/7/2019). Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Lampung, Perairan Sorong - Rajaampat, Laut Maluku bagian utara, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud,  Perairan Yos Sudarso - Merauke.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," jelas BMKG. Dari hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah perairan di Indonesia, berpeluang terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Nias, Perairan Selatan Flores, Laut Sawu dan Selat Ombai.

Perairan Kep. Anambas, Laut Natuna dan Selat Karimata, Perairan Utara Pangkal Pinang, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep. Kangean, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar dan Perairan Balikpapan.

Laut Bali bagian timur, Laut Sumbawa bagian utara, Perairan Kep. Sabalana, Laut Flores bagian timur, Perairan Baubau -  Kep. Wakatobi, Perairan Manui - Kendari dan Teluk Tolo, Perairan  Selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, Laut Sulawesi bagian barat, Perairan Timur Bitung - Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian selatan, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Barat dan Timur Halmahera.

 Perairan Selatan P. Buru - P. Seram, Laut Banda dan Laut Seram, Perairan Utara Kep. Letti  - Kep. Tanimba, Perairan Utara Kep. Kei - Kep. Aru, Perairan Sorong – Raja Ampat, Perairan Fakfak - Kaimana – Amamapre, Perairan Biak – Serui, serta Samudera Pasifik utara Papua.

BMKG juga memprakirakan beberapa wilayah perairan lain di Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut antara lain Perairan Barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu hingga barat Lampung.

Kemudian Samudera Hindia barat P. Simeulue hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba - P. Sawu - P. Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT.

Kemudian Laut Timor selatan NTT, Perairan Selatan Kep. Letti - Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Kep. Sangihe Hingga Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara dan Laut Halmahera, Perairan Utara Halmahera, dan juga Samudera Pasifik utara Halmahera - Papua Barat.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," jelas BMKG. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir terutama nelayan yang menggunakan moda tranportasi perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter untuk waspada.

Demikian juga halnya dengan Kapal tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

"Juga kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter, agar selalu waspada," pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Megapolitan / Diduga Money Politics, Caleg Gerindra Dicari Polisi

Nasional / Ini Cara Kemenpora Cetak Generasi Muda Bebas Narkoba

Daerah / IPB Targetkan Muba Jadi SPR Percontohan di Indonesia

Nasional / DPR Tanya Pelindo soal Nasib Karyawan PT JAI


Baca Juga !.