Ekonomi

Indonesia Punya Potensi Pasar Mainan Anak Nomor Satu di Asia Tenggara

Redaktur: Novita Amelilawaty
Indonesia Punya Potensi Pasar Mainan Anak Nomor Satu di Asia Tenggara - Ekonomi

BERI PENJELASAN-Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas (dua dari kiri) dan Vice General Manager ChaoYu Expo Nelson Hou (dua dari kanan) menjelaskan potensi pasar mainan anak di Indonesia yang sampai saat ini nomor satu di Asia Tenggara. Foto Novita/ Indopos

indopos.co.id - Potensi pasar mainan di Indonesia ternyata sangat besar. Itu dibuktikan dari data kelahiran bayi tiap tahunnya di atas 5 juta bayi. Ketua umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas bahkan menyebutkan Indonesia masuk peringkat pertama di pasar Asia Tenggara.

“Semua berlomba-lomba jualan di Indonesia, dari Malaysia, Cina, Singapura, dan lain-lain,”kata Lukas di Jakarta, Jumat (12/7/2019). Dia mengatakan jumlah kelahiran bayi yang fantastis itu membuat peluang pasar mainan anak makin besar. Mainan yang paling disukai anak-anak pun beragam, mulai dari boneka, pistol-pistolan, dan mobilan. Bahkan, permainan pretend toys (mainan pura-pura) macam dapur-dapuran, masak-masakan, atau menjadi dokter sangat laku di Indonesia.

Terlebih lagi perkembangan pendidikan anak usia dini atau PAUD di Indonesia sangat berkembang dan didukung pemerintah. “Banyak permintaan mainan dari Paud-Paud, itu berdasarkan masukan dari suplier kami,” kata Lukas. Di Indonesia, lanjut Lukas, Jawa Barat dan Jakarta yang tercatat memiliki sekolah paud paling banyak. 

Tak heran, tiap tahun selalu menjadi tuan rumah pameran internasional untuk mainan anak. Data terakhir per Juni 2019 jumlah 36.000 paud di Jawa Barat, di Jakarta 5600 paud, dan total di Indonesia ada sekitar 234 ribu lembaga paud. “Potensinya (bisnis mainan anak) bisa mencapai 60 persen,” ujarnya.

Berangkat dari tingginya potensi pasar mainan anak tersebut, tahun ini ChaoYu Expo membuat pameran mainan dan produk anak terbesar se-Asia Tenggara. “Indonesia International Toys and Kids Expo 2019 (IITE 2019), selama tiga hari pekan depan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta,” kata Vice General Manager ChaoYu Expo, Nelson Hou. Bersamaan dengan pameran tersebut, digelar juga dua pameran lainnya, termasuk peralatan rumah tangga (home product).

Menurutnya, IITE 2019 merupakan platform yang tepat bagi para pemain di industri mainan dan perlengkapan anak, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara, untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnis mereka. Sebab, pameran yang fokus di sektor B2B (business to business) ini memberikan kesempatan kepada para pemain industri untuk dapat saling bertukar informasi dan menemukan peluang untuk dapat berkolaborasi dalam mengembangkan usaha dalam jangka panjang.

Tahun ini pameran akan menampilkan lebih dari 40 ribu produk, termasuk berbagai jenis mainan elektronik, mainan plastik, berbagai jenis produk anak-anak dan bayi, berbagai jenis peralatan hiburan, produk taman bermain in-door dan out-door, serta berbagai produk gift dan peralatan rumah tangga.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, IITE 2019 dapat meraih kenainan pengunjung hingga 50 persen jika dibandingkan perhelatan tahun sebelumnya, yang jumlahnya mencapai 4.200 pengunjung. “Sementara itu, untuk pertemuan Business Matching, kami berharap dapat memperoleh 500 pertemuan, di mana tahun lalu jumlah hanya 209 pertemuan B2B,” pungkasnya. (vit)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.