Megapolitan

Nomor Darurat BPBD DKI Masih Terima Prank Call

Redaktur: Darul Fatah
Nomor Darurat BPBD DKI Masih Terima Prank Call - Megapolitan

foto; net

indopos.co.id – Jumlah telepon iseng (prank call) ke nomor darurat Jakarta Siaga 112 mencapai 30-40 persen. Demikian diungkapkan Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta M Ridwan di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Ridwan mengatakan, fenomena telepon iseng kerap dialami operator kontak darurat. Bahkan, 911 (operator gawat darurat di Amerika Serikat - red) juga sering dapat prank call. Namun tidak seperti di AS, penelpon iseng tidak langsung mendapat hukuman pidana. Alasannya, belum ada regulasi yang mengatur soal hukuman pidana bagi para penelpon iseng. Layanan Jakarta Siaga 112 merupakan kontak bebas pulsa yang dapat dihubungi warga dengan kondisi darurat.

Ada dua jenis laporan yang diterima pihak Jakarta Siaga 112. Antara lain permintaan yang bersifat darurat (emergency) dan tidak. "Emergency misalnya kebakaran, kecelakaan, ancaman bunuh diri. Itu kita cepat. Khusus untuk kebakaran, SOP-nya maksimal 15menit petugas harus sudah tiba di lokasi sejak laporan masuk," terang Ridwan.

Sejak Maret 2019, layanan Jakarta Siaga 112 sudah terhubung dengan aplikasi Jakarta Aman yang dapat diunduh lewat gawai. Artinya, di saat ada warga yang mengalami situasi darurat, mereka tak perlu lagi menelpon tetapi langsung menekan tombol panik dalam aplikasi. Nantinya, petugas akan menghubungi pelapor dan meminta konfirmasi atas kondisi daruratnya itu. Setelah itu, petugas akan menghubungi satuan kerja terkait guna membantu masyarakat yang butuh pertolongan. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.