Daerah

2018, Pelabuhan Labuan Bajo Khusus Wisata Sumbang PAD Rp135 Miliar

Redaktur: Jakfar Shodik
2018, Pelabuhan Labuan Bajo Khusus Wisata Sumbang PAD Rp135 Miliar - Daerah

POTENSIAL - Salah satu pelabuhan di Labuan Bajo tempat bersandarnya kapal wisatawan yang ingin menikmati keindahan pulau di Nusa Tenggara Timur itu. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

indopos.co.id - Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dijadikan sebagai pelabuhan khusus wisata atau hanya untuk disandari kapal-kapal wisatawan.

Labuan Bajo merupakan salah satu dari empat destinasi pariwisata super prioritas 10 Bali baru menjadi pilihan destinasi favorit wisatawan mancanegara. Berdasar data 2018, Labuan Bajo menarik kunjungan wisatawan mancanegara 121.411. Angka itu naik lebih dari 150 persen dibanding edisi 2017 hanya 76.612 wisatawan asing.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Labuan Bajo menyampaikan antara lain pembenahan dan revitalisasi pemukiman warga Kampung Ujung, Puncak Waringin, sekitar kawasan revitalisasi destinasi, dan peningkatan kegiatan UMKM untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Pembangunan destinasi pariwisata Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata dunia didukung kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Sekretariat Negara, dan lainnya. ”Pembangunan moda transportasi penyeberangan, diharap mendorong perekonomian dan ekosistem pariwisata. Moda transportasi aman, nyaman, terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan akan meningkatkan jumlah kunjungan,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib, menuturkan dukungan penuh akan terus diberikan untuk percepatan pembangunan yang dilakukan pada 8 kabupaten di Labuan Bajo, baik pembangunan berkaitan atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya. ”Percepatan pembangunan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores harus dikebut prosesnya. Kami sangat mendukung pembangunannya supaya Labuan Bajo menjadi destinasi semakin mudah dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara,” tegas Hiramsyah.

Hiramsyah sebagai Ketua Tim Pokja KEK Pariwisata, sangat mendukung rencana pembuatan 2 KEK Pariwisata di Manggarai Barat. ”Pembangunan KEK Pariwisata Tanah Naga dan Tanah Mori pasti kami dukung dan diharapkan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” harap Hiramsyah.

Sejak Labuan Bajo dijadikan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, percepatan pembangunan terus dilakukan. Dampak pembangunan terlihat sangat signifikan pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuan Bajo pada 2017 meraih Rp70 miliar dan di tahun 2018 meningkat tajam hampir 100 persen mencapai Rp135 miliar.

Kepala Biro Humas Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu mengatakan rencana pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Pelabuhan marina khusus untuk kapal wisata di dalam kota Labuan Bajo itu sedang dalam tahap pembangunan yang ditangani PT ASDP Indonesia Ferry (Pesero).

Sementara pembangunan pelabuhan baru di luar kota, arah utara Kota Labuan Bajo di wilayah Bari, Kecamatan Macang Pacar, akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Saat ini untuk bongkar muat masih tergabung dengan pelabuhan penumpang dan kapal-kapal wisata. ”Jadi, nanti pelabuhan di Labuan Bajo akan lebih tertata. Ada yang khusus untuk peti kemas, ada yang untuk pelabuhan penumpang maupun kapal wisata,” katanya. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.