Hukum

Mata Uang Dollar AS, Singapura dan Rupiah Warnai Rumah Dinas Gubernur Kepri

Redaktur: Achmad Sukarno
Mata Uang Dollar AS, Singapura dan Rupiah Warnai Rumah Dinas Gubernur Kepri - Hukum

Petugas KPK menuju Rumah Dinas Gubernur Kepri di Tanjungpinang, Jumat (12/7/2019). (ANTARA News/Ogen)

indopos.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp5 miliar lebih dalam penggeledahan yang dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun di Kota Tanjungpinang, Jumat.

Uang tunai itu terdiri atas pecahan rupiah sebesar Rp3,5 miliar, kemudian mata uang asing senilai 33.200 dolar AS (setara Rp465.731.260) dan 134.711 dolar Singapura (setara Rp1.388.540.368.05).

"Uang itu ditemukan di dalam 13 tas ransel, kardus, plastik dan paper bag yang ada di dalam kamar Nurdin," kata Febri, Jumat (12/7/2019)

Febri menjelaskan, hari ini KPK memang menugaskan Tim untuk melakukan penggeledahan di Kepri. Penyidikan dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018/2019 serta gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Penggeledahan juga dilakukan di tiga lokasi lainnya, yaitu ruang kerja kantor Gubernur Kepri, kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap di pusat perkantoran Pemprov Kepri, Pulau Dompak.

Penggeledahan ketiga lokasi tersebut dimulai pukul 11.30 hingga 18.00 WIB. "Dari tiga lokasi itu KPK mengamankan dokumen-dokumen penting terkait perizinan, terdiri dari dua koper dan dua kantong plastik," ungkapnya. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Headline / KPK Sita Dokumen Perizinan di Kepri

Megapolitan / Diduga Money Politics, Caleg Gerindra Dicari Polisi


Baca Juga !.