“Yakin”, Burung Cinta yang Dihargai Rp500 Juta Lebih

Hobi yang satu ini cukup menghibur dan menguntungkan. Suaranya yang merdu dan bulunya yang indah, bisa mengusir penat seharian bekerja. Nah, memelihara burung Lovebird atau burung cinta ini juga bisa menghasilkan pundi-pundi dengan harga fantastis.

NASUHA, Jakarta

Setelah sebelumnya masyarakat dihebohkan burung dara yang bernama ‘Jayabaya’ senilai Rp1 miliar. Kini warganet dihebohkan burung Lovebird yang diberi nama ’Yakin senilai Rp500 juta.

’Yakin’ kian terkenal lewat video yang diunggah lewat Youtube, karena ciri khas paruhnya yang bengkok, kicauannya merdu, warna bulu memikat. Hal itu membuat para penontong pun seperti ’terbius’ lewat keindahannya tersebut.

Selain membuat jagad dunia maya geger, ’Yakin’ juga telah banyak menyabet medali tingkat regional dan nasional. Bahkan, lovebird ’korslet’ karena kicaunya dengan ngekeknya panjang tanpa putus ini sudah tidak boleh mengikuti kompetisi di tingkat latihan bersama (latber) dan latihan prestasi (latpres) lagi.

Rasa ingin tahu pun mendorong koran ini singgah di rumah Rohili, pemilik Lovebird ’Yakin’. Pria yang akrab disapa Likun ini burung cinta miliknya saat ini memiliki harga penawaran tertinggi.

Sebelumnya, status itu dipegang oleh ’Kusumo’ yang sudah melegenda, karena kicauannya hingga 1,5 menit dan sempat ditawar dengan harga Rp2 miliar. ”Yakin, Lovebird yang tertinggi penawaran saat ini. Dulu ’Kusumo’ dari Klaten,” ucap pria 27 tahun tersebut.

Pria kelahiran Depok, 16 Januari 1991 lalu ini bercerita pertama kali merawat Yakin. Hobinya memelihara burung Lovebird muncul sejak 2014 lalu. Berawal saat melihat para pecinta burung hendak mengikuti latber, pria yang dulu sering menjadi joki balap motor liar ini pun tertarik untuk memelihara burung.

”Dulu saya suka main motor. Sempat berpikir kalau jatuh bisa cacat. Pas lihat para pecinta burung, saya tertarik beralih hobi bermain burung,” beber Likun, Minggu (14/7/2019).

Dia mengatakan, jenis burung pertama yang dipeliharanya adalah Pleci. Baru menyusul burung Lovebird. Beberapa kali mengikuti latihan bersama, Lovebird milik Likun tidak berkicau saat di gantangan atau tiang tempat burung. ”Wah, pertama main Latber kondangan kalah terus,” ucap Likun.

Kekalahan terus dialami Likun. Akhirnya ayah dua orang anak hasil perkawinannya dengan Rosidah, 25, membeli Loverbird, dari tetangganya. ”Tetangga pulang ke Jawa, kebetulan ada ternak burung di sana. Kemudian saya dibawain bahan, anakan burung Lovebird umur 3 bulan,” ujarnya.

Sejak saat itu, Lovebird yang nanti kemudian diberinama ‘Yakin’ ini dirawat dengan baik. Setiap hari Lovebird ini diberi pakan biji-bijian dan jagung, dan air minum matang.

Untuk perawatan, menurut Likun setiap pagi burung peliharaannya dimandikan dan dijemur. ”Tidak sulit sih ngerawat Lovebird. Pakan dan minum enggak boleh telat, jadi harus dikontrol,” ucap pria yang hanya lulus dari bangku sekolah menengah kejuruan.

Kesulitan merawat burung Lovebird, adalah mengubah burung menjadi ‘Gacor’. Menurut Likun, Yakin adalah hidayah dari Tuhan. Sebab, dia juga sempat kehilangan salah satu burung Lovebird yang diberi nama ’Getuk Lindri’. Gara-garanya Likun sakit sehingga tidak bisa merawat burungnya tercinta. ”Padahal Lovebird Getuk Lindri ini sudah semi konslet,” ujarnya.

Putera bungsu pasangan Adam Mainsuryana, 65, dan Sukaesih, 58, ini mengaku terkejut, saat melihat burung Lovebirdnya konslet sendiri. Kicauan burung sangat minor. Suaranya tidak ada jeda seperti suara penjual kue putu.

Kemudian burung inilah diberinama Yakin. Karena, Likun yakin Lovebird miliknya ini akan meraih kemenangan-kemenangan di setiap perlombaan. ”Amplop pertama tahun 2018, Yakin juara di latber. Uangnya saya sumbangkan semua ke masjid,” kenang Likun menginga masa bahagia itu.

Lebih jauh Likun menerangkan, Lovebird konslet memiliki napas yang panjang. Ngekeknya panjang, keras dan lantang. Lovebird konslet akan cuek terhadap lawannya, dia mau bekerja. Meski lawannya sudah tidak bunyi.

Dia mengatakan, pertama menjadi juara Yakin masih berupa anakan, karena belum memiliki pasangan. Bahkan, saat di latber dia harus membeli dua tiket seharga Rp30 ribu. ”Pas di rumah ‘gacor’, pas di gantangan enggak bunyi. Saya kemudian membeli tiket lagi, dan pas naik gantangan kedua kali ini Yakin menang,” terangnya.

Pertama kali menyabet juara di, Yakin sudah ditawar di lapangan. Oleh seorang pekerja media surat kabar. Saat itu burung milik Likun mau diminta Rp20 juta. Bahkan, salah seorang pengusaha batu bara asal Kalimantan, juga tergiur membeli Yakin Rp50 juta.

Usai mengikuti kejuaraan tingkat nasional Presiden Cup Likun berusaha keras untuk membentuk Yakin semakin gacor. Dia mengikuti berkali-kali latihan bersama dan latihan prestasi selama satu pekan di Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Surabaya dan beberapa wilayah di Indonesia.

Hasilnya semua juara disabet oleh Yakin. Untuk meredam tidak berkicau di rumah, Likun pun mencarikan Yakin pasangan.

”Pasangan ini untuk meredam Yakin. Sempat susah mencarikan pasangan, kita tempelin satu satu Lovebird betina indukan. Selama 4 hari dengan 7 burung, baru Yakin bertemu pasangan,” terangnya.

Saking gacornya, Yakin kerap diusir dari lapangan perlombaan. Alasan panitia lomba, dikarenakan Yakin selalu menang. Larangan terutama burung Likun berlomba itu terutama di wilayah Jabodetabek.

Tapi, hal itu tidak membuat Likun putus asa. Larangan terhadap Yakin, menurutnya adalah pembuktian bahwa burung cinta itu telah naik kelas.

”Jadi Yakin mainnya di tingkat regional dan nasional. Panitia sih menolak dengan halus, ’maaf ya mas burung nomor 30 sudah tidak boleh main lagi di sini mulai besok dan selamanya’,” ungkap Likun menirukan ucapan panitia sembari tertawa.

Tiba saat perlombaan Presiden Cup di Senayan, Jakarta tahun lalu, Yakin berhasil menyabet juara dua. Saat perlombaan yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini, Likun membeli tiket seharga Rp300 ribu untuk sekali main.

Pada Presiden Cup tersebut Yakin memiliki durasi ngekek satu menit dengan jeda satu detik. Selain Presiden Cup, beberapa prestasi nasional Lovebird yang baru berusia dua tahun ini di antaranya menyabet juara pertama APBN di Cibubur, juara kelas utama di kejuaraan Pasundan.

Usai Yakin menyabet juara di sejumlah perlombaan nasional dan regional beberapa tawaran datang silih berganti. Likun mengaku, Yakin pernah ditawar saat di lapangan perlombaan oleh pengusaha batu bara senilai Rp300 juta. Namun karena masih sayang, Likun enggan melepas burung kesayangannya.

”Dia kemudian minta nomor HP tuh. Bener, pas di rumah dia telepon lagi, nawar Yakin lagi dari Rp400 juta sampai Rp500 juta. Kata dia itu Rp500 juta uang semua loh, bukan kertas. Saya setiap hari diteror untuk menawar Yakin,” aku Likun.

Selain pengusaha batu bara, beberapa pengusaha asal Semarang, Surabaya dan Jakarta pernah menawar Yakin. Bahkan, Likun mengaku pernah disambangi pengusaha asal Madura. Saat itu dia berkunjung ke rumahnya pada pukul 01.00 WIB dini hari. Sembari membawa sejumlah uang dia menawar Yakin.

”Siapa coba yang enggak goyang, di hadapan saya ada Rp500 juta. Dia membawa pakai kantong plastik. Tapi saya menolak dengan halus, karena masih sayang Yakin. Sampai si pengusaha bilang, abang enggak kasihan, saya jauh-jauh dari Madura pulang dengan kegagalan,” bebernya.

Likun mengaku, akan melepas Yakin di atas Rp500 juta. Karena target dia untuk menyabet juara Presiden Cup dan juara nasional lainnya sudah terwujud. ”Saya akan lepas Yakin lebih dari Rp500 juta. Saya sudah niat untuk menaikkan haji kedua orang tua,” tutupnya. (*)

Komentar telah ditutup.