Golkar dan PKB Kian Sengit Memperebutkan Kursi Ketua MPR

– Partai Golkar dan PKB nampaknya tak ingin kursi ketua MPR RI jatuh ke tangan partai politik (parpol) lain. Sebab itu, Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selaku ketua umum gencar melakukan lobi-lobi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku, sudah bertemu dengan pimpinan partai lain untuk melobi soal posisi kursi ketua MPR. Namun, Airlangga tidak spesifik menyebut partai apa saja. Dia juga menyatakan, pembicaraan tersebut belum pembahasan resmi.

“Nanti ada pembicaraan resminya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7). “Komunikasi lancar, tetapi di parlemen kan tergantung kursi,” tambahnya.

Menurut Airlangga, Golkar layak mendapatkan jatah kursi ketua MPR dengan pertimbangan perolehan kursi partainya di parlemen.

Keinginan serupa dilontarkan Ketua DPP PKB Lukman Edy. Menurutnya, PKB terus menjajaki komunikasi untuk menempatkan kadernya sebagai ketua MPR. Cak Imin selaku ketua umum PKB tetap akan disodorkan sebagai calon kuat.

“Kami PKB, terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada Cak Imin,” kata Lukman kemarin. Namun, Lukman mengatakan, paket pimpinan MPR bukan dipilih berdasarkan urutan raihan kursi di parlemen. “Di UU MD3, formula untuk menunjuk ketua MPR tidak berdasarkan urut kacang,” kata dia.

Lukman mengatakan, penentuan formatur paket pimpinan MPR atas hasil musyawarah sejumlah fraksi dan satu kursi untuk perwakilan DPD. Ia merujuk pada ketua MPR sebelumnya, yakni Amien Rais, Taufiq Kiemas dan Zulkifli Hasan yang bukan mewakili partai dengan suara terbanyak di pemilu.

Di sisi lain, Lukman menambahkan, kunjungan Cak Imim ke kediaman Ma’ruf Amin dan kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga merupakan upaya memuluskannya jalannya sebagai pengganti Zulkifli. “Tetapi, semua kesepakatan bersama,” tuntasnya.

Apalagi, Cak Imin sendiri mengaku lebih tertarik menjabat ketua MPR RI daripada menjadi salah seorang menteri pada kabinet pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mendatang.

“Saya terus terang ingin di MPR, (menjadi) menteri sudah pernah dan sudah cukuplah saya mengabdi di eksekutif, gantian saya biar di legislatif,” kata Cak Imin di sela menghadiri acara Sosialisasi Muktamar PKB di Semarang, Selasa (9/7) malam. (aen)

Komentar telah ditutup.