30 Negara Ikuti Trenchless Asia 2019

indopos.co.id – Pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan konstruksi dengan cara biasa. Itu yang berulangkali ditegaskan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam tiap kesempatan. 

“Oleh karena itu perlu inovasi yang dikenal dengan 5 (lima) terobosan Percepatan Pembangunan Infrastruktur yakni peraturan pengadaan lahan, koordinasi yang baik antar lembaga, pendanaan inovatif, kepemimpinan yang kuat, serta dukungan inovasi dan teknologi,” jelas Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin di pameran Trenchless Asia 2019 di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Karena itu, lanjutnya, kebijakan sektor konstruksi nasional tentunya harus mendorong penggunaan teknologi yang memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi saat ini sehingga pembangunan Infrastruktur dapat berjalan dengan lebih cepat, lebih mudah dan tentunya lebih baik. Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur tersebut adalah TeknologiTrenchless. 

“Teknologi ini mengintegrasikan teknologi digital jasa konstruksi yang dipergunakan untuk memasang infrastruktur bawah tanah tanpa mengganggu bangunan atau bentang alam yang ada di atasnya,” kata Syarif.

Keuntungan dari pemanfaatan teknologi ini antara lain lebih ramah lingkungan, meminimalisasi dampak sosial terhadap terhadap kondisi di sekitar lokasi proyek, meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja konstruksi, durasi proyek lebih singkat, sehingga biaya konstruksinya lebih murah dan menjamin pencapaian kualitas konstruksi.

Pameran Trenchless Asia 2019 diikuti oleh lebih kurang 30 negara dari Eropa, Amerika, dan Asia, dengan target pengunjung dan peserta dari Malaysia, Filipina, Singapura, Australia, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Korea, India, dan Thailand. Sedangkan target pengunjung dari domestik antara lain BUMN, Asosiasi Profesi, dan Badan Usaha Swasta. (vit)

 

Komentar telah ditutup.