Sesuai Tuntutan Dunia Kerja, Poltekesos Diprogramkan Cetak Lulusan Profesional

indopos.co.id – Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan dalam penanganan usia angkatan kerja. Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi, Poltekesos diprogramkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan IPTEK, mandiri, terampil dan terlatih.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hal itu sesuai tuntutan dunia industri atau dunia kerja. Selain itu kata dia, Poltekesos Bandung harus mengembangkan jejaring kerja. Yakni dengan berbagai pilar-pilar pengguna/user penyelenggara kesejahteraan sosial.

“Poltekesos Bandung harus mampu menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0. Sehingga sistem pendidikan Poltekesos Bandung harus bertransformasi dalam segala aspek,” ujar Agus Gumiwang usai meninjau Ujian Tulis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Poltekesos Bandung Tahun Akademik 2019/2020 di Gedung Aneka Bakti Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Baik kelembagaan, rinci Agus, manajemen, prodi yang relevan, laboratorium, sarana prasarana, kompetensi dosen dan juga kampus yang kondusif. “Baik dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan Industri maupun di dalam penempatan Kerja/dunia kerja dan LKS,” beber Agus.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Poltekesos akan membangun Kampus baru di Kabupaten Bandung dengan dukungan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagaimana disampaikan Gubernur Ridwan Kamil pada acara peresmian Poltekesos.

Saat ini, Poltekesos membuka Program Sarjana Terapan terdiri atas Program Studi Pekerjaan Sosial, Program Studi Rehabilitasi Sosial, Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial serta Program  Magister Terapan Program Studi  Pekerjaan Sosial.

Ke depan, kata Mensos, Poltekesos Bandung berencana akan merintis Program Sarjana Terapan Program studi Kewirahusahaan Sosial. Bekerjasama dengan SBM ITB dan Program Studi Psikososial Masyarakat yang akan bekerjasama dengan UNPAD.

Hal itu dalam upaya pemenuhan kebutuhan SDM yang menjadi perhatian dalam RUU tentang Pekerja Sosial yang saat ini sedang dalam pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Dengan demikian diharapkan lulusannya akan memahami tidak saja masalah aspek sosial. Tetapi juga  kemandirian sosial melalui upaya penciptaan lapangan kerja maupun analis dampak sosial serta profesi pekerja sosial itu sendiri,” jelas Agus.

Pendekatan charity yang selama ini dikedepankan juga akan bergeser kepada fokus pemberdayaan. “Yakni melalui penguatan penciptaan lapangan kerja di sektor jasa maupun perindustrian,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung yang berada dibawah Kementerian Sosial RI berubah nomenklaturnya menjadi Poltekesos Bandung. Hal itu berdasarkan Permensos nomor 4 tahun 2019 dan telah diresmikan Mensos, 9 Juli 2019.

Perubahan kelembagaan ini sesuai dengan perkembangan masyrakat dan perarturan terkait dengan pendidikan tinggi. Sementara ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru Poltekesos tahun akademik 2019/2020 diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 2019, pukul 08.00-13.00 waktu setempat di 15 lokasi.

Seperti di Kemensos, Jakarta, Poltekesos Bandung, Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Padang dan lainnya. Ujian Tulis ini diikuti peserta Program Sarjana Terapan sebanyak 2.822 orang dan Program Magister Terapan sebanyak 23 orang.

Adapun peserta ujian tulis di Gedung Aneka Bakti Kemensos, adalah sebanyak 375 orang Program Sarjana Terapan dan  1 orang Program Magister Terapan. Peninjauan secara simbolis pelaksanaan Ujian Tulis oleh Menteri Sosial didampingi Kepala BP3S dan Inpektur Jenderal Kemensos dilaksanakan di Gedung Aneka Bakti.

Pemeriksaan hasil dilaksanakan dengan menggunakan Digital Mark Reader (DMR). Adapun pengumuman hasil PMB Poltekesos akan dilaksanakan secara online, 23 Juli 2019 melalui www.stks.ac.id dan www.kemsos.go.id. Sedangkan registrasi mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan, 24 -26 Juli 2018.

Disamping itu, sebagai salah satu sarana memperkenalkan lingkungan kampus diadakan Pengenalan Program Institusi (PPI), 29 – 31 Juli 2019 dan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa akan dilaksanakan Latsar Bela Negara dan Satgas Anti Narkoba, 5-8 Agustus 2019.

“Dengan penerimaan mahasiswa baru Poltekesos 2019/2020, diharapkan dapat menciptakan dan membangun SDM yang kompeten dan profesional dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial di Indonesia,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.